Jaktiva-lancar×
eos_blog›posts›aktiva-lancar

Aktiva Lancar: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

// Dipublikasikan: 25-Nov-2022✏ Diperbarui: 08-Sept-2026⏱ 5 menit baca
Aktiva Lancar: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Aktiva lancar adalah aset perusahaan yang dapat digunakan, dijual, dikonsumsi, atau dikonversi menjadi kas dalam jangka pendek, umumnya dalam satu tahun atau satu siklus operasi.

Dalam laporan keuangan, aktiva lancar biasanya mencakup kas, piutang, persediaan, investasi jangka pendek, dan aset lain yang dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Aktiva lancar penting karena menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan operasional dan kewajiban jangka pendek.

Artikel ini membahas pengertian aktiva lancar, ciri-ciri, jenis, contoh, posisi dalam laporan keuangan, hingga cara mengelolanya.

Aktiva atau bisa juga disebut aset, mempunyai peranan yang sangat penting dan krusial bagi keberlangsungan perusahaan. Aktiva yang terdapat dalam sebuah perusahaan ada 4 jenis, yaitu aktiva tetap (fixed asset) dan lancar (current asset), investasi jangka panjang (long-term investment), dan aktiva tetap tak berwujud (intangible fixed asset). 

Aktiva sendiri secara singkat berarti kepemilikan aset, harta, atau kekayaan yang dapat menunjang kegiatan perusahaan dan dapat ditukar dalam bentuk uang tunai. Aset perusahaan yang dimaksud merujuk pada sumber daya yang ada di dalam perusahaan didapatkan dan timbul dari transaksi atau aktivitas di masa lalu.

Dalam artikel ini akan dibahas salah satu jenis dari aktiva yaitu aktiva lancar. Lalu,seberapa penting peran aktiva lancar dan apa saja ciri-ciri serta jenis-jenisnya? Mari simak secara lengkap dalam artikel ini.

Pengertian Aktiva Lancar

Aktiva Lancar - EOS Teknologi
Image: Aktiva Lancar - EOS Teknologi

Sumber: Unsplash

Aktiva lancar adalah aset yang diperkirakan dapat direalisasikan menjadi kas, dijual, atau digunakan dalam kegiatan operasional dalam satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan.

Dalam praktik akuntansi, aktiva lancar digunakan untuk menggambarkan sumber daya jangka pendek yang mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.

Nilainya tercatat pada laporan posisi keuangan atau neraca dan biasanya ditempatkan sebelum aset tidak lancar.

Ingin pencatatan aset, inventory, dan keuangan lebih terintegrasi?
EOS Teknologi membantu perusahaan menghubungkan data inventory, purchasing, sales, dan accounting dalam satu sistem.

Pelajari solusi ERP EOS Teknologi

Aktiva Lancar di Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan, aktiva lancar dicatat pada bagian aset di neraca atau laporan posisi keuangan.

Biasanya aktiva lancar disusun berdasarkan tingkat likuiditas, yaitu seberapa cepat aset tersebut dapat digunakan atau dikonversi menjadi kas.

Contoh urutannya dapat berupa:

Kas → Investasi Jangka Pendek → Piutang → Persediaan → Aset Lancar Lainnya

Informasi ini membantu perusahaan maupun pihak eksternal melihat kemampuan bisnis memenuhi kewajiban jangka pendek.

Ciri-ciri Aktiva Lancar

Aktiva Lancar - EOS Teknologi
Image: Aktiva Lancar - EOS Teknologi

Sumber: Unsplash

Seperti layaknya aktiva lain, aktiva lancar juga memiliki ciri sendiri yang membedakan antara jenis aktiva lainnya. Ciri-ciri tersebut antara lain:

Bersifat Jangka Pendek

Aktiva lancar umumnya digunakan, dijual, atau direalisasikan dalam waktu maksimal satu tahun atau satu siklus operasi.

Memiliki Likuiditas Relatif Tinggi

Dibandingkan aset tetap, aktiva lancar lebih mudah dikonversi menjadi kas atau digunakan untuk kegiatan bisnis.

Digunakan dalam Operasional

Aktiva lancar mendukung aktivitas sehari-hari seperti pembayaran, penjualan, produksi, dan pengadaan.

Nilainya Dapat Berubah

Saldo kas, piutang, dan persediaan dapat berubah secara rutin mengikuti transaksi bisnis.

Disajikan dalam Neraca

Aktiva lancar dicatat sebagai bagian dari aset perusahaan pada laporan posisi keuangan.

Jenis-jenis Aktiva Lancar

Aktiva Lancar - EOS Teknologi
Image: Aktiva Lancar - EOS Teknologi

Sumber: Unsplash

Terdapat 8 jenis aktiva lancar yang umumnya ada dan dimiliki perusahaan. Jenis-jenis tersebut antara lain:

Kas dan Setara Kas

Kas merupakan aset paling likuid dan digunakan untuk membayar kebutuhan operasional maupun kewajiban perusahaan.

Piutang Usaha

Piutang usaha merupakan tagihan kepada pelanggan yang timbul dari penjualan barang atau jasa secara kredit.

Piutang Lainnya

Selain piutang usaha, perusahaan dapat memiliki tagihan lain yang diperkirakan diterima dalam jangka pendek.

Persediaan

Persediaan dapat berupa bahan baku, barang dalam proses, maupun barang jadi yang digunakan atau dijual dalam kegiatan bisnis.

Investasi Jangka Pendek

Investasi yang memiliki jangka waktu pendek dan dapat dicairkan relatif cepat dapat diklasifikasikan sebagai aktiva lancar sesuai karakteristiknya.

Beban Dibayar di Muka

Beban dibayar di muka adalah pembayaran yang telah dilakukan terlebih dahulu tetapi manfaatnya masih akan digunakan pada periode berikutnya.

Contoh Aktiva Lancar dalam Perusahaan

Misalnya sebuah perusahaan manufaktur memiliki:

Kas: Rp150 juta
Piutang usaha: Rp300 juta
Persediaan bahan baku: Rp250 juta
Persediaan barang jadi: Rp200 juta
Beban dibayar di muka: Rp50 juta

Maka total aktiva lancarnya:

Rp150 juta + Rp300 juta + Rp250 juta + Rp200 juta + Rp50 juta = Rp950 juta

Cara Menghitung Aktiva Lancar

Secara sederhana:

Total Aktiva Lancar = Kas + Piutang + Persediaan + Investasi Jangka Pendek + Aset Lancar Lainnya

Komponen yang digunakan dapat berbeda tergantung struktur laporan keuangan perusahaan.

Hubungan Aktiva Lancar dan Likuiditas

Aktiva lancar sering digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek.

Salah satu indikator yang umum digunakan adalah:

Current Ratio = Aktiva Lancar ÷ Kewajiban Lancar

Misalnya:

Aktiva lancar = Rp950 juta
Kewajiban lancar = Rp500 juta

Maka:

Current Ratio = 950 ÷ 500 = 1,9

Artinya, perusahaan memiliki Rp1,90 aktiva lancar untuk setiap Rp1 kewajiban lancar.

Rasio yang ideal tetap harus dilihat berdasarkan karakteristik industri dan kondisi bisnis, jadi jangan langsung menyimpulkan semakin tinggi selalu semakin baik.

Nilai aktiva lancar akan lebih sulit dikontrol jika data inventory, piutang, purchasing, dan keuangan tersebar di banyak sistem.
ERP membantu perusahaan menghubungkan transaksi tersebut agar laporan keuangan dapat menggunakan data yang lebih konsisten.

Pelajari ERP untuk Accounting & Inventory EOS Teknologi

Perbedaan Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap

Aspek

Aktiva Lancar

Aktiva Tetap

Jangka waktu

Jangka pendek

Jangka panjang

Likuiditas

Relatif tinggi

Lebih rendah

Tujuan

Operasional rutin

Mendukung operasional jangka panjang

Contoh

Kas, piutang, persediaan

Mesin, gedung, kendaraan

Cara Mengelola Aktiva Lancar

Pantau Arus Kas

Perusahaan perlu memastikan jumlah kas cukup untuk membayar kewajiban tanpa menyimpan dana menganggur terlalu besar.

Kelola Piutang

Pantau umur piutang dan lakukan penagihan sesuai kebijakan kredit.

Kendalikan Persediaan

Hindari overstock maupun stockout dengan perencanaan kebutuhan dan monitoring inventory.

Perhatikan Kewajiban Jangka Pendek

Aktiva lancar perlu dianalisis bersama kewajiban lancar untuk menilai likuiditas perusahaan.

Gunakan Data Terintegrasi

Data penjualan, inventory, purchasing, dan accounting sebaiknya saling terhubung agar nilai aktiva lancar tidak berasal dari pencatatan yang berbeda-beda.

Kesimpulan

Aktiva lancar adalah aset jangka pendek yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan memenuhi kebutuhan perusahaan dalam waktu dekat.

Komponennya dapat berupa kas, piutang, persediaan, investasi jangka pendek, dan aset lancar lainnya.

Pengelolaan aktiva lancar perlu memperhatikan likuiditas, arus kas, piutang, persediaan, serta kewajiban jangka pendek agar kondisi keuangan perusahaan tetap terkontrol.

Artikel Terkait

Ingin data inventory, piutang, dan accounting lebih terintegrasi?
EOS Teknologi membantu perusahaan menghubungkan proses keuangan dan operasional melalui sistem ERP yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Hubungi EOS Teknologi untuk konsultasi ERP

Was this article helpful?

// Your feedback helps us improve our content engine.

/* End of File: aktiva-lancar.md */
Author: EOS Team
Ln 1, Col 1
{ } JavaScript
Newsletter EOS

Wawasan ERP, IoT & Kepabeanan — langsung ke email Anda

Tips implementasi, update regulasi (Kawasan Berikat, CEISA, Coretax), dan studi kasus manufaktur. Tanpa spam, berhenti kapan saja.

Dengan berlangganan, Anda setuju menerima email dari EOS Teknologi. Lihat Kebijakan Privasi.