Data Governance Manufaktur

#“Masalah pabrik modern bukan kekurangan data, tapi terlalu banyak data tanpa penanggung jawab.”
Pabrik modern hari ini menghasilkan data dalam jumlah besar:
- Data produksi dari MES
- Data transaksi dari ERP
- Data stok dari WMS
- Data kualitas, maintenance, hingga energi
Ironisnya, semakin banyak data, semakin sering manajemen bingung mengambil keputusan.
Kenapa? Karena data tersebut tidak dikelola dengan governance yang jelas.
#Data Governance Dapat Menjadi Isu Besar Di Manufaktur
Digitalisasi di industri manufaktur memang berjalan cepat. Banyak perusahaan sudah berinvestasi pada sistem:
- ERP untuk transaksi dan keuangan
- MES untuk realisasi produksi
- WMS untuk pengelolaan gudang
Namun di lapangan, satu masalah klasik justru semakin sering muncul: datanya tidak pernah benar-benar sinkron.
Alih-alih membantu pengambilan keputusan, sistem yang tidak dikelola dengan tata kelola data justru menciptakan kebingungan baru.
1. Sistem Sudah Terintegrasi, Tapi Datanya Tidak
Secara teknis, sistem mungkin sudah “terhubung”. Namun secara operasional, datanya sering berjalan sendiri-sendiri.
Contoh yang sangat umum terjadi di pabrik:
- Angka produksi di MES tidak sama dengan laporan di ERP
- Stok fisik gudang berbeda dengan stok di sistem
- Data kualitas memiliki versi berbeda antara QC dan produksi
Akibatnya, setiap kali ada rapat atau audit, waktu habis bukan untuk analisis, tetapi untuk debat angka.
Masalahnya bukan pada jumlah sistem, tetapi pada tidak adanya aturan data yang jelas:
- Sistem mana yang menjadi sumber utama?
- Kapan data dianggap final?
- Siapa yang berhak mengubah data?
Tanpa jawaban ini, integrasi hanya menjadi pertukaran data – bukan kesatuan informasi.
2. Tidak Ada “Pemilik” Data Produksi
Isu lain yang lebih mendasar adalah tidak adanya pemilik data yang jelas.
Pertanyaan sederhana seperti ini sering tidak bisa dijawab dengan tegas:
- “Data ini benar versi siapa?”
- “Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi selisih?”
- “Data mana yang dipakai saat audit atau pelaporan resmi?”
Di banyak perusahaan, data produksi “dimiliki bersama”, yang artinya tidak benar-benar dimiliki siapa pun. Ketika terjadi kesalahan:
- Produksi menyalahkan sistem
- IT menyalahkan input user
- Manajemen akhirnya tidak percaya pada data
Tanpa penanggung jawab yang jelas, data kehilangan : Kredibilitas, Nilai strategis, Fungsi sebagai dasar keputusan
Pada titik ini, data bukan lagi aset, melainkan sumber noise.
#Apa Itu Data Governance di Manufaktur?
Banyak perusahaan mengira data governance berarti membeli software baru atau menambah dashboard. Padahal, data governance bukan soal teknologi, melainkan aturan main dalam mengelola data.
Di lingkungan manufaktur, data mengalir dari berbagai sumber:
- Produksi
- Gudang
- Quality
- Finance
- Supply chain
Tanpa aturan yang jelas, data yang sama bisa menghasilkan kesimpulan berbeda, tergantung siapa yang melihatnya.
Data Governance Bukan Proyek IT
Data governance sering gagal karena dianggap sebagai tanggung jawab tim IT semata.
Padahal, IT hanya memastikan sistem berjalan – bukan menentukan kebenaran data.
Data governance adalah kesepakatan lintas fungsi antara:
- Operasional
- Manajemen
- IT
- Finance
- Quality
Tujuannya sederhana: satu data, satu kebenaran, satu penanggung jawab.
#Pertanyaan Utama yang Dijawab Data Governance
Data governance membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar yang sering muncul di pabrik:
1. Data Apa yang Dipakai?
Tidak semua data layak dijadikan dasar keputusan.
Data governance menentukan:
- Data mana yang bersifat operasional
- Data mana yang bersifat resmi (laporan, audit, costing)
- Data mana yang hanya bersifat sementara
Dengan begitu, keputusan tidak dibuat dari data yang belum final.
2. Dari Sistem Mana Data Berasal?
Dalam pabrik modern, satu angka bisa muncul dari banyak sistem:
- ERP
- MES
- WMS
- Spreadsheet manual
Data governance menetapkan:
- Sistem mana yang menjadi sumber utama
- Sistem mana yang hanya menerima data
- Alur validasi antar sistem
Tanpa aturan ini, integrasi hanya menciptakan duplikasi, bukan konsistensi.
3. Siapa yang Boleh Mengubah Data?
Tidak semua user perlu hak yang sama.
Data governance mengatur:
- Siapa yang boleh input
- Siapa yang boleh koreksi
- Siapa yang hanya boleh membaca
Kontrol akses ini penting untuk:
- Menghindari kesalahan input
- Mencegah manipulasi data
- Menjaga kepercayaan terhadap laporan
4. Siapa yang Bertanggung Jawab?
Ini adalah inti dari data governance.
Setiap data penting harus memiliki:
- Data Owner (penanggung jawab)
- Data Steward (pengelola harian)
- Aturan eskalasi jika terjadi masalah
Tanpa penanggung jawab yang jelas, data tidak bisa dipertahankan kebenarannya – terutama saat audit atau evaluasi kinerja.
#Mengapa Data Governance Penting bagi Manajemen?
Dengan data governance yang jelas:
- Rapat fokus pada solusi, bukan debat angka
- Keputusan bisa diambil lebih cepat
- Audit dan compliance lebih mudah
- Kepercayaan terhadap sistem meningkat
Di era Smart Manufacturing 2026, keunggulan bukan ditentukan oleh seberapa banyak data yang dimiliki, tetapi seberapa baik data tersebut dikelola dan dipercaya.
#Peran Manajemen dalam Data Governance
Data governance bukan tugas IT semata.
Perlu keterlibatan:
- Manajemen: menetapkan aturan & prioritas
- Operasional: memastikan data realisasi benar
- IT: menjaga integrasi & akses
Tanpa komitmen manajemen, governance hanya jadi dokumen tanpa implementasi.
#Langkah Awal Membangun Data Governance di Pabrik
Tidak harus kompleks. Mulai dari dasar:
1. Tentukan Pemilik Data (Data Owner)
- Produksi: data realisasi
- Finance: data costing
- Warehouse: data stok
2. Tetapkan Sistem Sumber
- Jangan satu data dari banyak sistem
- Hindari input ganda
3. Standarisasi Definisi Data
- Apa itu “output produksi”?
- Kapan dianggap selesai?
- Bagaimana hitung reject?
4. Integrasi Sistem, Bukan Sekadar Sinkron
Integrasi harus menjamin:
- Konsistensi
- Validasi
- Traceability
#Data Governance sebagai Pilar Smart Manufacturing
Smart Manufacturing tanpa data governance hanya akan menghasilkan:
- Dashboard cantik
- Insight dangkal
- Keputusan lambat
Sebaliknya, pabrik dengan data governance matang akan:
- Lebih cepat mengambil keputusan
- Lebih siap audit & compliance
- Lebih akurat mengendalikan biaya
#Data Bukan Masalah, Tata Kelolanya yang Menentukan
Keunggulan pabrik bukan lagi siapa yang punya sistem paling mahal, tapi siapa yang paling bisa mempercayai datanya sendiri.
Pertanyaannya sekarang:
Apakah data produksi di pabrik Anda sudah benar-benar bisa dipercaya?
Jika perusahaan Anda saat ini:
- Memiliki banyak sistem tapi data tidak sinkron
- Sering berdebat soal angka produksi & stok
- Ingin menjadikan data sebagai dasar keputusan
Maka data governance manufaktur adalah fondasi yang wajib dibangun.

Was this article helpful?
// Your feedback helps us improve our content engine.