Site Loader
Industry 4.0

Anda mungkin sudah sering mendengar istilah Revolusi Industri 4.0 dalam beberapa waktu ke belakang ini. Apakah Anda sudah paham atau masih bingung? Baiklah sekarang Anda sudah berada di tempat yang tepat untuk memahami revolusi industri.

Tapi sebelum Anda mengetahui lebih detail tentang apa itu revolusi industri 4.0, Anda harus tahu dulu pengertian revolusi industri itu sendiri. Karena tidak lengkap kalau dibahas setengah-setengah.

Revolusi Industri

Revolusi industri sendiri merupakan perubahan yang sangat signifikan dan bersifat radikal yang dilakukan oleh manusia untuk memproduksi barang. Sebelum industry 4.0, sebelumnya industri sudah berevolusi sebanyak tiga kali.

Perubahan besar tersebut sangat berdampak besar untuk berbagai sektor mulai dari ekonomi, politik, hingga militer dan budaya. Setiap perubahan tersebut akan ada jutaan pekerja yang hilang diganti dengan pekerjaan yang baru.

Perubahan industri ini bisa berdampak negatif dan positif. Tapi secara kasarnya perubahan tersebut akan membuat segalanya menjadi lebih cepat, mudah, dan cepat. Proses produksi yang awalnya manual menjadi modern.

Revolusi industri itu sendiri juga bisa dikatakan sebagai salah satu cara untuk menurunkan ataupun kelangkaan yang dihadapi oleh manusia. Sehingga waktu, tenaga dan uang yang awalnya digunakan untuk mengatasi berbagai kelangkaan menjadi bebas. Ketiganya bisa digunakan untuk mengatasi kelangkaan lain yang akan datang.

Anda sudah paham kan mengenai revolusi industri itu sendiri? Baik sekarang kita lanjut revolusi industri yang terjadi sebelum yang sekarang. Simak penjelasannya di bawah ini.

Revolusi Industri 1.0

Revolusi industri pertama kali terjadi setelah ditemukan dan digunakannya mesin uap untuk proses memproduksi barang. Penemuan mesin ini sangatlah penting karena akan membuat produksi barang menjadi lebih cepat.

Sebelum adanya mesin uap, produksi hanya mengandalkan tenaga otot manusia, tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakan sesuatu. Hasil yang diperoleh juga tidak akan begitu maksimal.

Yang menjadi masalah utamanya adalah tenaga otot itu terbatas. Tenaga manusia, kerbau, sapi, dan tenaga lainnya tidak dapat mengangkat barang yang sangat berat. Bahkan dengan bantuan katrol sekalipun tidak akan maksimal.

Supaya bisa bekerja dengan optimal, otot juga membutuhkan istirahat secara berkala untuk memulihkan tenaga. Dengan kata lain, tenaga otot itu sangatlah terbatas dan tidak bisa menghasilkan produk dengan optimal.

Sebenarnya memang bisa memanfaatkan sistem abiotik yang disediakan oleh alam itu sendiri. Misalnya adalah menggunakan tenaga air dan angin yang biasa digunakan untuk proses penggilingan.

Tentu saja otot manusia tidak akan kuat untuk memutar penggilingan yang beratnya sudah tak perlu diragukan lagi. Sehingga banyak dari mereka yang memanfaatkan alam dengan menggunakan kincir angin dan kincir air.

Tapi, tenaga air dan angin itu tidak bisa digunakan di sembarang tempat. Dengan kata lain, tenaga tersebut tidak akan bisa digunakan dimana saja seperti halnya tenga manusia.

Kincir air sudah tentu hanya bisa digunakan di dekat air terjun. Kincir angin hanya bisa dipakai di tempat-tempat yang berangin. Selain di kedua tempat tersebut, produksi tidak bisa dilakukan.

Kalau berbicara tentang tenaga angin, Apakan Anda tahu alat transportasi laut internasional di zaman VOC dulu? Ya, mereka menggunakan kapal yang memanfaatkan energi angin. Bisa Anda bayangkan berapa lama waktu untuk berlayar dari Belanda ke Indonesia?

Waktu yang dibutuhkan untuk berlayar dari Belanda ke Indonesia menggunakan transportasi tersebut adalah 6 bulan. Berarti kalau ingin pulang pergi butuh waktu sekitar 1 tahun.

Masalah utamanya, di laut itu kadang-kadang tidak akan ada angin. Meskipun ada, terkadang arahnya akan berlawanan dengan yang diinginkan. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk berlayar sangatlah lama.

Penggunaan tenaga manusia, hewan, air, dan angin ini mulai berkurang setelah adanya penemuan mesin uap oleh James Watt di tahun 1776. Mesin tersebut telah membuat pergerakan mesin yang tak ada batasannya.

Waktu itu penggilingan tidak harus ditempatkan lagi di dekat air terjun maupun berangin. Mereka hanya perlu memasang mesin uap.

Kapal laut juga bisa berlayar selama 24 jam selama mesin uapnya terus dipasok dengan kayu atau batu bara. Jika dulu waktu dari Belanda ke Indonesia harus ditempuh 6 bulan, kini sudah terpangkas menjadi 2 bulan saja.

Penemuan mesin uap ini telah disalahgunakan dalam dunia militer. Waktu itu negara-negara imperialis di Eropa menjajah banyak kerajaan di Afrika dan Asia. Yang menjadi korbannya adalah Indonesia.

Daerah-daerah Indonesia yang sebelumnya sulit ditaklukkan oleh negara lain seperti Aceh dan Bali saat itu sudah terjajah. Di akhir tahun 1800-an, Belanda berhasil menaklukkan banyak daerah di Indonesia.

Kehadiran mesin uap ini juga mengubah tatanan kehidupan masyarakat di dunia. Sebelumnya banyak masyarakat yang bekerja sebagai petani, kini beralih menjadi masyarakat industri.

Tapi, revolusi industri 1.0 yang ditandai dengan penemuan mesin uap ini menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Karena mesin uap akan menghasilkan asap dan limbah-limbah pabrik.

Revolusi 2.0

Tak bisa dipungkiri jika kalau kemunculan mesin uap pada industri 1.0 telah merubah banyak hal. Tapi sayang tak banyak yang mengeksplor tentang revolusi industri 2.0 yang terjadi pada abad ke-20.

Saat itu proses industri memang sudah tidak lagi menggunakan mesin. Tenaga manusia telah digantikan oleh mesin uap. Nah, pada industri kedua ini, produksi menggunakan mesin uap sudah tergantikan dengan tenaga listrik.

Tapi kehadiran tenaga listrik itu belum menjadi kendala untuk berlangsungnya proses produksi,  yakni transportasi. Nah di akhir tahun 1800 dibuatlah mobil secara masal.

Tapi pembuatan mobil secara masal itu bukan tidak langsung membuat proses produksi berjalan cepat. Karena memproduksi mobil dari titik awal hingga akhir juga memerlukan waktu yang singkat. Jika memang ingin singkat, maka proses perakitan harus dilakukan oleh banyak orang.

Hasil dari industri 2.0 ini juga terciptanya assembly line dimana banyak kendaraan dengan ban berjalan. Efeknya, produksi berubah dengan total karena prosesnya bisa selesai dengan satu mobil saja. Sehingga tidak diperlukan satu orangpun untuk merakit dari awal sampai akhir.

Jadi, pada periode ini banyak para perakit mobil yang dilatih untuk menjadi spesialis yang hanya berfokus pada satu bagian saja. Mereka juga bekerja menggunakan alat-alat yang menggunakan tenaga listrik. Sehingga prosesnya bisa lebih mudah dan terjangkau.

Revolusi Industri 2.0 ini nyatanya juga sangat berdampak besar pada dunia militer pada perang dunia II. Banyak sekali pesawat, tank dan senjata yang diproduksi menggunakan assembly line dan ban berjalan.

Revolusi Industri 3.0

Meskipun sudah menggunakan assembly line, tapa industri 2.0 masih tetap memerlukan peranan manusia dalam produksi. Tapi setelah hadirnya industri 3.0, semua itu tidak terjadi lagi. Karena di abad ini era informasi sudah dimulai.

Nah revolusi ketiga ini dipicu dengan mesin yang bisa bergerak dan berpikir secara otomatis yaitu komputer dan robot. Komputer pertama dari industri ini digunakan dalam perang dunia II. Waktu itu digunakan untuk memecahkan kode yang dibuat oleh Nazi Jerman.

Komputer yang bernama Colossus ini merupakan mesin yang berukuran sangat besar yang tidak memiliki RAM. Komputer ini juga tidak bisa menerima perintah dari manusia dengan keyboard. Tapi komputer tersebut akan menerima perintah dari pita kertas yang memerlukan daya listrik sebesar 8.500 Watt.

Setelah perang dunia kedua selesai, teknologi ini semakin berkembang lagi. Waktu itu ditemukan semikonduktor, transistor, dan integrated Chip (IC) yang membuat ukuran komputer menjadi lebih kecil. Listrik yang diperlukan juga semakin kecil serta kemampuan berhitungnya juga lebih canggih.

Karena memiliki ukuran yang kecil, komputer tersebut digunakan pada mesin-mesin untuk mengoperasikan produksi. Sehingga keberadaan komputer telah mengambil alih peranan manusia dalam produksi. Manusia sendiri hanya berperan sebagai operator dan pengendali produksinya.

Revolusi Industri 4.0

Dalam beberapa waktu ke belakang ini, revolusi industri 4.0 telah banyak diperbincangkan. Ini adalah revolusi yang sedang trend di dunia dimana bisa menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber.

Istilah “otomatisasi” telah membuat proses industri tidak perlu lagi memperdayakan manusia. Karena banyak pekerjaan yang sudah bisa berjalan secara otomatis dengan menggunakan sistem.

Dengan begitu, tingkat efektivitas dan efisiensi waktu dari proses produksi akan meningkat. Karena waktu merupakan hal yang sangat vital dalam perkembangan revolusi industri mulai dari industri 1.0 hingga sekarang.

Unsur-Unsur Industri 4.0

Pada revolusi industri 4.0, teknologi yang digunakan memungkinkan terjadinya interkoneksi antara mesin produksi dengan sistem produksi. Setidaknya ada delapan teknologi yang membuat industri digital atau industri 4.0 ini kian berkembang.

1. Internet of Things

Internet of Things adalah sebuah program dimana objek akan memiliki kemampuan untuk mengirimkan data melalui jaringan tanpa perlu menggunakan perangkat komputer dan manusia. Internet of Things sendiri dikenal dengan istilah IoT.

Jika Anda perhatikan, sekarang ini sudah banyak teknologi nirkabel, microelectromechanical (MEMS), QR (Quick Responses) Code, dan internet. Bahkan sudah banyak yang menggunakan RFID (Radio Frequency Identification) untuk metode komunikasi.

Teknologi tersebut telah membuat teknologi IoT kian berkembang. Sehingga kemampuan dari IoT sendiri tak perlu diragukan lagi. Karena sudah banyak teknologi yang menerapkan teknologi ini seperti Google AAI

Di negara Jerman dan China sudah diterapkan Smart City. Teknologi ini akan membuat aktivitas penduduk di suatu kota akan termonitoring dengan baik. Jadi teknologi ini skalanya sudah tidak kecil lagi, tapi area.

Cara kerja dari Internet of Things ini yaitu dengan memanfaatkan argumentasi dari algoritma dalam pemrograman yang sebelumnya telah tersusun. Pada setiap argumen itu akan menghasilkan interaksi, sehingga mesin bisa bekerja sesuai dengan fungsinya.

Dengan demikian, sebuah mesin tidak lagi memerlukan bantuan manusia karena bisa dikendalikan dengan otomatis. Supaya sistem ini bisa berjalan, maka memerlukan internet. Sementara untuk tugas manusia sendiri hanya sebagai pengawas untuk memonitoring tindakan yang dilakukan oleh mesin.

Tapi sayangnya pengembangan dari Internet of Things ini tidak semudah yang dibayangkan. Karena perlu sumber daya manusia yang sangat mahal dan untuk menyusun sistem jaringan itu sangatlah kompleks.

Selain pembuatan, untuk pengembangannya juga memerlukan biaya yang tak sedikit. Jadi tidak heran kalau tidak semua negara bisa menggunakan teknologi IoT untuk kebutuhan utama mereka.

2. Big Data

Unsur Industri 4.0 yang selanjutnya adalah Big Data. Unsur yang satu ini sebenarnya memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap Internet of Things. Lalu sebenarnya Big Data itu apa?

Big Data sendiri merupakan istilah yang menyatakan volume data dengan jumlah yang sangat besar. Tapi maksud “jumlah” disini bukan seberapa besarnya data, tapi tujuan yang akan dilakukan oleh seseorang.

Dengan kata lain, big data ini merupakan teknologi canggih yang memiliki kapasitas yang sangat besar. Tak hanya kapasitasnya saja yang besar, kumpulan data yang ada di dalamnya juga sangat kompleks.

Karena kumpulan data yang ada di dalamnya sangat kompleks, maka perangkat data tradisional tidak akan bisa mengelolanya. Karena kapasitas datanya sangat besar, sekarang sudah banyak para pebisnis yang memanfaatkan teknologi ini.

Big Data merupakan salah satu niche yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan teknologi saat ini. Karena pertumbuhan volume terhadap informasi juga sangatlah cepat dan konstan.

Tak bisa dipungkiri lagi kalau dunia teknologi saat ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Big data memiliki peranan yang sangat penting untuk memainkan otomatisasi dan pengembangan Artificial Intelligence (AI).

Google yang merupakan perusahaan raksasa juga sudah menggunakan proses machine learning. Sehingga mereka bisa memberikan layanan yang lebih akurat terhadap customernya.

Disaat teknologi di dunia bisa disinkronkan dan dioperasikan, maka big data mempunyai andil yang sangat besar. Karena data yang dikumpulkan bukan hanya satu wilayah atau satu negara saja, tapi dunia.

3. Augmented Reality

Sebenarnya teknologi ini sudah sering Anda temui dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Anda sendiri sudah menggunakannya dengan software yang terdapat pada smartphone.Jadi Augmented Reality itu apa?

Augmented Reality atau AR adalah teknologi yang digunakan untuk memperoleh penggabungan data secara real-time pada konten digital yang dibuat oleh komputer dengan dunia nyata. Pada AR ini, penggunanya bisa melihat objek 2D maupun 3D yang diproyeksikan di dalam dunia nyata.

Dengan kata lain, Augmented Reality ini adalah teknologi yang bisa menyisipkan informasi ke dalam dunia maya. Kemudian informasi itu ditampilkan ke dunia nyata dengan bantuan software. Beberapa software yang mungkin sudah Anda gunakan adalah Webcam Komputer dan kamera smartphone.

Kamera atau sensor ini berfungsi untuk mengumpulkan informasi dan mengirimkannya untuk diproses. Jika diperhatikan, kamera pada ponsel sekarang memiliki kemampuan untuk memeriksa lingkungan.

Selain sensor, komponen lainnya dalam AR ini adalah proyeksi. Jenis proyeksi ini bisa berupa headset AR yang berfungsi untuk memproyeksikan konten yang terkomputerisasi ke permukaan untuk dilihat.

Tapi komponen proyeksi ini belum sepenuhnya dirancang untuk digunakan dalam sebuah alat. Karena cara kerja dari proyektor ini sangatlay kompleks.

Komponen yang terakhir dari AR ini adalah reflektor. Pada beberapa smartphone sudah ada cermin yang berfungsi untuk membantu penggunanya melihat gambar secara virtual.

Cermin yang terdapat pada smartphone ini sangat bervariasi, terutama pada cermin kecil yang ditekuk dan cermin sisi ganda. Tujuannya yaitu untuk memantulkan cahaya ke kamera dan mata penggunanya.

Untuk aplikasinya sendiri, mungkin dahulu Anda sudah mengenal game Pokemon GO! Nah salah satu daya tarik dari game ini yaitu bisa menggabungkan dunia nyata dengan karakter Pokemon.

Jadi Anda seperti sedang berada di dalam dunia Pokemon. Nah pada game ini mengusung konsep Augmented Reality. Tak hanya Pokemon Go saja, game lain seperti Harry Potter dan Jurassic Park juga menggunakan teknologi AR ini.

Kalau Anda sering bermain media sosial Instagram, Anda sudah banyak memainkan fitur filter bukan? Fitur ini juga menggunakan teknologi AR sebagai objek 3D yang dikombinasikan dengan teknologi Artificial Intelligence untuk logikanya.

4. Cyber Security

Teknologi ini dirancang khusus untuk memproteksi jaringan, program, dan data dari kerusakan atau akses yang tidak sah. Cyber Security ini juga sering disebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi informasi dari cyber attack.

Cyber Attack sendiri merupakan semua jenis tindakan yang sengaja dilakukan oleh seseorang untuk mengganggu kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi. Dengan begitu, semua perusahaan sangat dianjurkan untuk menggunakan Cyber Security.

Dengan menggunakan cyber security, semua informasi yang Anda miliki di dalam sistem akan terjaga. Selain itu bisa terhindar dari penyalahgunaan akses oleh orang yang memang tidak memiliki hak akses.

Sehingga reputasi perusahaan Anda akan tetap terjaga. Apalagi jika perusahaan Anda memang sangat berhubungan erat dengan pihak pengguna jasa suatu perusahaan tersebut.

5. Artificial Intelligence

Apakah Anda menyadari kalau istilah AI ini sudah banyak diterapkan di berbagai bidang kehidupan saat ini? Jangan jauh-jauh, Anda pasti pernah menggunakan asisten virtual Google di smartphone? Nah perangkat tersebut menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Sebenarnya Artificial Intelligence ini adalah simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Kemudian dimodelkan ke dalam mesin dan diprogramkan supaya bisa berpikir layaknya manusia.

AI sendiri merupakan sebuah teknologi yang membutuhkan data untuk dijadikan pengetahuan terlebih dahulu seperti halnya manusia. AI juga memerlukan pengalaman dan data supaya kecerdasannya juga lebih baik.

Learning, reasoning, and self-correction merupakan tiga proses penting dalam teknologi AI. Untuk memperkaya pengetahuannya, AI butuh belajar tanpa perlu disuruh oleh manusia. AI belajar sendirinya yang sesuai dengan pengalaman AI ketika digunakan oleh manusia.

Jika Anda masih bingung, mari kita perhatikan salah satu contohnya pada AlphaGo. Pada awal mula dikembangkan, dia akan diberikan 100 ribu pertandingan GO yang harus dipelajari.

Setelah itu AlphaGo akan bermain Go bersama dengan dirinya sendiri. Jika kalah, dia akan membaiki caranya bermainnya. Tak hanya itu, proses bermain akan terus berlangsung secara berulang-ulang hingga jutaan kali.

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh AI dibandingkan manusia adalah manusia hanya bisa bermain satu kali. Sementarai AI pada AlphaGo mampu menstilumasikan beberapa pertandingan hanya dalam satu waktu saja secara bersamaan.

Dengan begitu, proses belajar dan pengalamannya akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan manusia. Buktinya, AlphaGo mampu bermain dengan juara dunia Go pada tahun 2016 silan dan berhasil menjadi pemenangnya.

Salah satu contoh dari penerapan AI adalah teknologi DeepFace yang dimiliki oleh perusahaan Facebook. Fitur ini berfungsi untuk mengenali wajah seseorang yang terdapat pada postingan Facebook.

Dengan teknologi ini, Anda tidak perlu lagi menandai seseorang yang terdapat pada foto secara manual. Karena AI akan melakukannya seorang diri. Nah sebelum AI mengidentifikasi foto, dia akan dilatih berdasarkan data yang ada.

Data tersebut didapatkan ketika Anda pernah menandai seseorang dan hasil dari saran AI itu bisa Anda setujui. AI ini akan terus berlatih dan memiliki banyak data supaya nantinya bisa mengidentifikasi wajah seseorang yang ada dalam foto.

6. Additive Manufacturing

Addictive Manufacturing merupakan terobosan terbaru dalam industri manufaktur yang dikenal dengan printer 3D. Tak hanya pada printer 3D saja, teknologi ini juga berlaku pada rapid prototyping dan direct digital manufacturing (DDM).

Pada proses operasinya, bahan 3D printing biasanya berupa kawat plastik yang dipanaskan hingga mencair. Kemudian dipanaskan dengan dengan sinar laser supaya logamnya menyatu bersama.

Istilah printer 3D ini sebetulnya tidak berkembang sekarang, tapi sudah ada sejak tahun 1990-an. Hanya saja teknik ini hanya berlaku untuk produksi prototipe fungsional atau estetika saja.

Salah satu keuntungan yang paling penting dari additive manufacturing adalah kemampuannya yang bisa menghasilkan geometri yang lebih kompleks.

7. Integrated System

Integrated System atau sistem terintegrasi adalah serangkaian proses untuk menghubungkan beberapa sistem. Pross ini bisa berlaku pada sistem komputerisasi maupun aplikasi, baik secara fisik maupun fungsional.

Dengan sistem terintegrasi ini, maka sistem akan menghubungkan komponen sub-sub sistem ke dalam satu sistem. Kemudian sistem tersebut akan menjamin fungsi-fungsi dari sub sebagai satu kesatuan.

Sistem yang terintegrasi bisa mempercepat kinerja karena masing-masing sistem akan terintegrasi. Tapi sebelum membuat sistem yang benar-benar terintegrasi memang banyak hal yang harus dipertimbangkan. Supaya hasilnya bisa lebih efektif dan efisien.

8. Cloud Computing

Cloud Computing merupakan proses pengolahan daya komputasi dengan jaringan internet yang memiliki fungsi bisa menjalankan program dengan komputer yang sudah terkoneksi satu sama lain pada waktu yang sama.

Jadi cloud computing ini adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat utama server untuk mengelola data. Teknologi ini akan mempermudah pengelolanya dalam menjalankan program tanpa harus melakukan instalasi software terlebih dahulu.

Tak hanya itu, pengguna juga akan semakin mudah dalam mengakses data dan informasi dengan hanya perlu bantuan internet saja. Karena untuk mengaksesnya tidak perlu melakukan instalasi terlebih dahulu, maka media penyimpanan data akan disimpan secara virtual.

Sehingga data-data tersebut tidak akan membebani memori komputer. Perintah yang digunakan oleh pengguna nantinya akan dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah diterima server, maka data akan diproses yang akhirnya pengguna akan menerima halaman yang sesuai dengan perintahnya.

Beberapa contoh dari penggunaan cloud computing ini adalah Google Drive. Anda tidak perlu menginstall aplikasi ini di dalam komputer untuk mengakses data-data yang ada di dalamnya. Anda hanya perlu jaringan internet supaya aplikasi bisa berjalan dan mengakses datanya.

Baca juga: 8 Unsur Utama Revolusi Industri 4.0

Dampak Revolusi Industri 4.0

Kedelapan unsur utama pada revolusi industri 4.0 di atas memang memberikan dampak yang sangat signifikan pada kehidupan manusia. Dampaknya juga bisa berefek pada berbagai  bidang mulai dari sosial, politik, hingga sosial. Anda bisa pelajari dampaknya di bawah ini.

1. Dampak Sosial

Jika Anda perhatikan, revolusi industri 4.0 ini merupakan proses perubahan dari penggunaan tenaga manusia dengan penggunaan mesin. Akibatnya, pekerjaan manusia akan tergusur karena sudah tergantikan dengan mesin.

Dengan kata lain, campur tangan manusia dalam proses produksi akan berkurang. Sehingga nantinya lapangan pekerjaan dalam bidang industri juga akan berkurang.

Banyak dari perusahaan yang telah menerapkan revolusi industri 4.0, sehingga kinerja manusia kurang begitu efektif. Meskipun diperlukan, mereka hanya memerlukan seorang operator dalam menjalankan mesin tersebut.

Karena hampir semua proses produksi sudah berjalan secara otomatis, maka perusahaan tidak akan memerlukan pekerja yang begitu banyak. Mereka justru akan merekrut karyawan yang bisa terus mengembangkan perusahaan mereka dibandingkan karyawan yang harus bekerja di bagian produksi.

2. Dampak Politik

Dalam dunia politik pun, sekarang sudah banyak yang memanfaatkan revolusi 4.0. Ada beberapa sosialis maupun partai politik yang berkampanye dan mempromosikan pantun dengan memanfaatkan industri 4.0.

Untuk mengurus sistem pemerintahan yang sangat kompleks tentu saja akan sangat terbantu dengan kehadiran revolusi industri 4.0. Data masyarakat Indonesia yang harus dimiliki oleh pemerintah tentu saja sangat banyak. Apalagi Indonesia juga termasuk negara dengan jumlah penduduk terbanyak.

Dengan memanfaatkan industri 4.0, seharusnya masalah tersebut sudah bisa teratasi. Dan itu terbukti dimana sekarang untuk membuat dokumen-dokumen penting sudah tidak lagi berlangsung secara manual. Sekarang sudah membuatnya dengan menggunakan teknologi yang canggih.

3. Dampak Ekonomi

Revolusi industri 4.0 ini tentu saja memberikan dampak yang sangat signifikan pada bidang ekonomi. Sekarang sudah banyak perusahaan yang merubah model bisnis konvensional menjadi modern.

Proses produksi yang berlangsung karena kehadiran teknologi mesin yang terotomatisasi juga membuat berkurangnya tenaga kerja manusia. Sehingga banyak perusahaan yang lebih memilih berinvestasi terhadap peralatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi proses produksi.

Sehingga, kehadiran teknologi mesin yang canggih akan membuat biaya produksi semakin rendah. Konsumen juga bisa mendapatkan barang yang mereka produksi dengan harga yang lebih terjangkau.

Tapi efek negatifnya, banyak masyarakat yang pengangguran karena proses produksi sudah tergantikan dengan mesin.

Keuntungan Revolusi Industri 4.0

Tentu kehadiran revolusi industri 4.0 memberikan dampak yang positif dan sangat menguntungkan. Tapi keuntungan tersebut tidak bisa dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Di bawah ini adalah beberapa keuntungan dari hadirnya industri 4.0

1. Banyak Industri Di Kota-Kota Besar

Jika diperhatikan, sekarang di kota-kota besar sudah banyak perusahaan yang berdiri. Secara tidak langsung memang memberikan dampak yang sangat bagus terhadap pemerintahan.

Tapi sayangnya, banyaknya industri tidak diiringi dengan kurangnya jumlah pengangguran. Alasannya kembali ke awal, karena untuk proses produksi sudah tergantikan dengan teknologi mesin yang terotomatisasi.

Meskipun perusahaan tersebut memerlukan karyawan, mereka akan merekrut orang-orang yang memang berpengalaman di bidang lain. Sementara untuk proses produksi, menggunakan operator dirasa sudah sangat cukup.

2. Meningkatnya Masyarakat Terdidik

Proses produksi yang tentu mengandalkan tenaga sudah tergantikan dengan mesin yang sangat canggih. Sehingga perusahaan lebih memilih karyawan yang memang ditugaskan untuk mengembangkan bisnisnya. Misalnya untuk memperluas di bidang pemasarannya.

Untuk merekrut karyawan yang memang expert di bidangnya tentu saja memerlukan kriteria tertentu. Misalnya calon karyawan yang memiliki lulusan sarjana atau di atasnya. Sehingga dia bisa menguasai bidang tertentu yang nantinya akan diterapkan di perusahaan.

Oleh sebab itu sekarang sudah banyak masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Karena perusahaan ingin merekrut karyawan yang memang expert di salah satu bidang tertentu.

3. Penyebaran Informasi Semakin Cepat

Menggunakan teknologi berbasis cloud computing tentu saja akan membuat informasi bisa menyebar dengan sangat cepat. Karena dengan hanya menggunakan internet saja, semua informasi bisa kita akses dengan sangat mudah dan cepat.

Kerugian Revolusi Industri 4.0

Selain menguntungkan, tentu saja ada juga kerugiannya. Berikut ini adalah beberapa kerugian dari kehadiran revolusi industri 4.0.

1. Informasi Hoax Semakin Bertebaran

Penyebaran informasi yang sangat cepat memang sangat menguntungkan. Tapi disisi lain juga sangat merugikan, salah satunya adalah dengan bertebarnya banyak informasi hoax.

Informasi yang satu ini tentu saja sangat merugikan salah satu pihak yang memang disalahkan. Oleh karena itu kita sebagai pembaca informasi harus selektif ketika memilih informasi.

Kita harus melakukan analisis yang lebih dalam apakah informasi yang didapatkan itu benar atau tidak. Kemudian lihat sumbernya, apakah kredibel atau tidak.

2. Menguntungkan Pihak yang Punya Teknologi Canggih

Salah satu contohnya adalah negara kita Indonesia. Anda sendiri tentu sudah tahu kalau Indonesia itu memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Bahkan banyak negara asing yang iri dengan negara Indonesia.

Tapi karena teknologi yang dimiliki oleh Indonesia belum secanggih negara asing, kekayaan alam tersebut terjarah. Kekayaan alamnya benar-benar dieksploitasi oleh negara asing yang memiliki teknologi yang lebih canggih.

3. Penyebaran Informasi Belum Merata

Salah satu contohnya adalah teknologi telepon. Apakah jaringan telepon sudah merata ke seluruh wilayah Indonesia? Tentu saja tidak.

Untuk menyebarkan teknologi canggih ke seluruh wilayah tentu saja bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena butuh biaya yang tak sedikit di samping juga bisa merugikan masyarakat setempat.

Untuk siswa-siswi yang berada di pedesaan terpencil tentu saja sangat kesulitan untuk belajar secara online. Jangankan punya smartphone atau laptop, jaringan telepon untuk mengakses informasi juga belum ada.

4. Timbulnya Diskriminasi Sosial

Inilah dampak negatif yang cukup berbahaya dari kehadiran revolusi industri 4.0. Diskriminasi yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat akan merusak kedamaian yang sudah terjalin sejak lama.

Untuk mengatasi dampak dari revolusi industri 4.0 itu memang memerlukan peraturan atau persiapan khusus untuk mengimbanginya. Misalnya tenaga kerja Indonesia yang dibekali dengan skill operasional dan pengetahuan yang relevan. Sehingga angka pengangguran bisa tetap ditekan.

Indonesia sendiri melalui Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) sudah siap menggunakan industri 4.0. Pemerintah telah menggunakan beberapa teknologi canggih seperti Artificial Intelligence, komunikasi machine-to machine, dan human-to-human.

Baca juga: Jenis-Jenis Inventory Tracking untuk Pelacakan Barang di Kawasan Industri

Kesimpulan

Fenomena revolusi industri memang bukan terjadi hanya kali ini saja, melainkan sudah terjadi sebanyak empat kali. Sehingga semua masyarakat harus bisa beradaptasi dengan perubahan tersebut. Jangan sampai tergilas dengan kehadiran teknologi yang kian berkembang.

Revolusi Industri 4.0 memang terjadi dalam dunia industri, tapi dampaknya sangat terasa untuk berbagai aspek kehidupan. Salah satunya adalah berkurangnya tenaga manusia dalam proses produksi karena sudah tergantikan dengan teknologi mesin yang semakin canggih.

Untuk beradaptasi dengan perkembangan revolusi industri 4.0 memang memerlukan biaya yang tak sedikit. Tapi mau tidak mau harus tetap bisa menyesuaikan dengan perkembangan supaya tidak tergilas oleh pihak-pihak yang sudah berkembang.

Meskipun begitu, kehadiran teknologi yang canggih juga membuat efektivitas dan produktivitas semakin lebih baik. Produk yang dijual ke masyarakat juga bisa lebih terjangkau. Sehingga mampu mencukupi kebutuhan pasar, terutama pasa Indonesia.

Demikianlah ulasan kami tentang revolusi industri 4.0 yang saat ini tengah banyak diperbincangkan. Kita harus siap dengan berbagai perubahan yang terjadi, terutama dalam hal teknologi. Selain itu, revolusi industri ini juga memberikan dampak positif dan negatif, dan kita harus menerima dengan semua konsekuensinya.


Post Author: EOSHIT