Jinventory-paling-populer-di-tahun-2020×
eos_blogpostsinventory-paling-populer-di-tahun-2020

Inventory Paling Populer

// Dipublikasikan: 30-Apr-2020✏ Diperbarui: 09-Jul-20268 menit baca
Inventory Paling Populer

Dalam beberapa waktu ke belakang ini, manajemen inventory telah membawa banyak perubahan untuk industri perusahaan. Banyak industri yang sudah beralih dari sistem inventory tradisional ke inventory modern dengan menggunakan software IT Inventory. Baca juga: Apa Itu Software ERP? Kegunaan dan Manfaat Pada Pe.

IT Inventory tidak hanya akan meningkatkan penjualan produk industri perusahaan, tapi juga bisa membuat proses manajemen inventory menjadi lebih mudah dan efisien. Meskipun pemilik industri mengeluarkan banyak budget untuk membeli software inventory, tapi itu akan tergantikan dengan keuntungannya.

Manajemen IT Inventory yang Berkembang

Penggunaan manajemen produk sebenarnya baru saja dimulai. Bahkan menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Globalnewswire, pasar software inventory meningkat hingga tahun ke tahun. Berikut ini adalah tren IT Inventory :

1. Menggunakan Sistem AGVs

Banyak customer yang ingin menerima barangnya dengan cepat, sehingga perusahaan harus mencari cara bagaimana untuk memenuhi keinginan customer tersebut. Salah satu teknik yang bisa digunakan yaitu AGVs (Automated Guided Vehicle).

Hingga saat ini banyak industri yang sudah menggunakan teknik AGV untuk membantu organisasi barang yang ada di gudang. Sistem AGV ini tidak membutuhkan operator untuk mengemudikanya. Karena untuk beberapa kegunaan sudah diprogram untuk bergerak ke lokasi yang ditentukan secara otomatis.

Dengan begitu tugas utama dari operator adalah mengawasi dan mengendalikan AVS dari jarak jauh. Ada 4 tipe AVS jika ditinjau dari sisi navigasinya yaitu Rail, Wired, Tipe Line Tape, dan Laser.

2. Manajemen Inventory Terdistribusi

Tingkat kepuasan customer sangat bergantung pada waktu pengiriman barang secara cepat dan akurat. Untuk mewujudkan harapan tersebut, banyak industri perusahaan yang menggunakan manajemen inventory terdistribusi.

Inventory terdistribusi tidak hanya akan mempercepat proses distribusi, tapi juga bisa mengurangi biaya transportasi pengiriman barang. Sebab barang barang akan dikirim dari gudang yang paling dekat dengan customer.

Dengan menggunakan teknik inventory terdistribusi, manajer logistik bisa menemukan area yang berpotensi memiliki banyak customer. Setelah itu nanti mereka bisa mendirikan pusat distribusi di area tersebut. Dengan begitu teknik ini bisa mengurangi biaya untuk distribusi barang.

3. Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT)

Kombinasi antara teknologi AI dan IoT bisa menyinkronkan data yang dihasilkan oleh sistem yang berbeda. Kedua teknologi ini digunakan khusus untuk gudang.

Dengan bantuan IoT, data yang akan dihasilkan oleh AGVs akan dikumpulkan dalam basis data umum. Pihak yang berwenang kemudian bisa mengaksesnya dengan cepat tanpa harus melihat aplikasi.

Setelah data tersebut dikumpulkan, AI akan mengolah data tersebut dan bisa menganalisisnya. AI juga bisa melakukan identifikasi tren yang banyak dibutuhkan oleh customers dalam waktu-waktu tertentu seperti musim liburan. Sehingga kita bisa memberikan perkiraan yang akan terjadi di waktu mendatang.

Baca juga: Jenis Jenis Inventory Tracking untuk Pelacakan Barang

Sekarang bisnis telah berkembang dengan pesat berkat manajemen inventory yang mereka lakukan. Menggunakan aplikasi hanyalah sebuah langkah awal, perusahaan tetap harus mencari cara untuk meningkatkan konektivitas, transparansi, dan memprediksi bisnis mereka supaya berkembang.

Ketiga teknologi yang telah disampaikan di atas termasuk beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan suatu bisnis perusahaan industri. Ketiga teknologi tersebut memang hanya bisa digunakan oleh perusahaan yang sudah berskala besar karena membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Akan tetapi kemungkinan besar perusahaan yang menggunakannya bisa berkembang dengan pesat. Bahkan produk mereka bisa menjangkau lebih luas lagi, bahkan bisa menjangkau pasar internasional.

EOS-Product-for-Smart-Factory-1024x453
Image: EOS-Product-for-Smart-Factory-1024x453

(eos/news)

Mengapa Mengoptimalkan Manajemen Inventory Penting untuk Bisnis di Indonesia?

Dalam lanskap bisnis yang semakin kompetitif di Indonesia, efisiensi operasional menjadi kunci utama untuk mencapai kesuksesan jangka panjang. Salah satu area krusial yang seringkali menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan sebuah bisnis adalah manajemen inventory. Mengelola stok barang secara efektif bukan hanya sekadar mencatat keluar masuknya barang, namun merupakan strategi terintegrasi yang berdampak langsung pada profitabilitas, kepuasan pelanggan, dan kelancaran operasional secara keseluruhan. Bisnis di Indonesia, baik skala UMKM hingga korporat besar, dituntut untuk terus berinovasi dalam mengelola inventory mereka agar tetap relevan dan unggul.

Manajemen inventory yang buruk dapat menimbulkan berbagai kerugian signifikan. Penumpukan stok barang yang tidak laku akan mengikat modal kerja, memakan ruang gudang yang berharga, dan berpotensi mengalami kerusakan atau kedaluwarsa. Sebaliknya, kekurangan stok (stock-out) akan menyebabkan hilangnya peluang penjualan, kekecewaan pelanggan, dan bahkan dapat merusak reputasi brand. Di era digital ini, konsumen Indonesia semakin cerdas dan menuntut pelayanan yang cepat, akurat, dan terpercaya. Oleh karena itu, perusahaan yang mampu menyajikan ketersediaan produk yang tepat pada waktu yang tepat akan memiliki keunggulan kompetitif yang jelas.

Berdasarkan data dari berbagai sumber industri di Indonesia, diperkirakan kerugian akibat manajemen inventory yang tidak efisien dapat mencapai persentase yang signifikan dari total pendapatan. Ini termasuk biaya penyimpanan yang berlebihan, biaya stok mati, serta kerugian akibat kehilangan penjualan. Dengan demikian, investasi dalam sistem manajemen inventory yang canggih bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan sebuah keharusan strategis. Mengoptimalkan setiap aspek dari proses inventory, mulai dari pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi, akan memberikan pondasi yang kokoh bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di pasar Indonesia.

Memilih Solusi Inventory yang Tepat: Software ERP vs. Solusi Khusus

Ketika berbicara tentang modernisasi manajemen inventory, muncul pertanyaan mendasar: apakah solusi yang paling efektif adalah software ERP (Enterprise Resource Planning) yang komprehensif, atau solusi inventory khusus yang lebih terfokus? Pilihan ini sangat bergantung pada skala, kompleksitas, dan kebutuhan spesifik dari setiap bisnis di Indonesia. Software ERP, seperti yang ditawarkan oleh EOS Teknologi, mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis, termasuk manajemen inventory, dalam satu platform terpadu. Hal ini memungkinkan visibilitas data yang holistik dan sinkronisasi informasi antar departemen, mulai dari penjualan, pembelian, gudang, hingga akuntansi.

Salah satu keunggulan utama dari software ERP adalah kemampuannya untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang operasional bisnis. Modul inventory dalam ERP tidak hanya melacak jumlah stok, tetapi juga dapat mengelola nomor seri, lot produksi, tanggal kedaluwarsa, lokasi penyimpanan yang detail (rak, bin, zone), dan bahkan memprediksi kebutuhan stok berdasarkan data historis penjualan dan tren pasar. Dengan integrasi penuh, ketika sebuah penjualan dicatat, sistem ERP secara otomatis akan mengurangi stok di gudang, memicu proses pemesanan ulang jika stok mencapai titik minimum, dan memperbarui catatan akuntansi terkait. Ini meminimalkan kesalahan manual dan meningkatkan akurasi data inventory secara drastis.

Di sisi lain, solusi inventory khusus mungkin menawarkan fitur yang sangat mendalam untuk aspek inventory saja. Ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk perusahaan yang sudah memiliki sistem ERP yang mapan tetapi membutuhkan fungsionalitas inventory yang lebih canggih, atau untuk bisnis yang sangat kecil yang belum siap untuk mengadopsi ERP secara penuh. Namun, tantangan utama dari solusi terpisah adalah potensi terjadinya silo data dan kurangnya integrasi. Data inventory mungkin tidak tersinkronisasi secara real-time dengan modul penjualan atau keuangan, yang dapat menyebabkan ketidaksesuaian dan inefisiensi. Untuk bisnis di Indonesia yang ingin tumbuh dan berkembang, sebuah solusi terintegrasi seperti ERP seringkali menjadi pilihan yang lebih strategis untuk jangka panjang, memastikan bahwa manajemen inventory berjalan selaras dengan tujuan bisnis secara keseluruhan.

Teknologi Terbaru dalam Transformasi Inventory di Era Digital

Perkembangan teknologi terus menerus menghadirkan inovasi yang merevolusi cara bisnis mengelola inventory mereka. Di Indonesia, adopsi teknologi-teknologi ini semakin pesat, didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kecepatan. Selain AGVs, AI, dan IoT yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa teknologi lain yang patut dicermati dalam transformasi inventory modern.

1. Barcode dan RFID (Radio-Frequency Identification): Meskipun bukan teknologi baru, penggunaan barcode dan RFID terus berkembang pesat. Barcode telah menjadi standar industri untuk identifikasi produk yang cepat dan akurat. RFID menawarkan kemampuan yang lebih canggih, memungkinkan pelacakan barang secara nirkontak dan simultan, bahkan tanpa perlu garis pandang langsung. Ini sangat berguna untuk inventarisasi cepat di gudang besar atau saat menerima kiriman barang dalam jumlah besar. Data yang dikumpulkan dari pemindaian ini dapat langsung masuk ke sistem manajemen inventory, mengurangi waktu dan potensi kesalahan manusia.

2. Cloud Computing: Solusi inventory berbasis cloud menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas yang luar biasa. Perusahaan di Indonesia tidak perlu lagi berinvestasi besar pada infrastruktur server lokal. Data inventory dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dan dari perangkat apa pun yang terhubung ke internet. Ini sangat menguntungkan bagi bisnis dengan banyak cabang atau gudang yang tersebar, memungkinkan manajemen terpusat dan kolaborasi yang lebih baik. Selain itu, penyedia layanan cloud biasanya menangani pemeliharaan, pembaruan perangkat lunak, dan keamanan data, membebaskan sumber daya IT internal.

3. Analitik Prediktif (Predictive Analytics): Melampaui analisis tren, analitik prediktif menggunakan algoritma machine learning untuk memprediksi peristiwa di masa depan berdasarkan data historis. Dalam konteks inventory, ini berarti kemampuan untuk memprediksi permintaan produk secara lebih akurat, mengidentifikasi potensi masalah dalam rantai pasok sebelum terjadi, dan mengoptimalkan tingkat stok untuk meminimalkan biaya penyimpanan sekaligus menghindari stock-out. Ini adalah langkah maju yang signifikan dari sekadar merespons tren menjadi secara proaktif membentuk strategi inventory.

Keempat tren ini, mulai dari otomatisasi fisik hingga analisis data yang canggih, menunjukkan bahwa masa depan manajemen inventory adalah tentang integrasi teknologi untuk menciptakan sistem yang lebih cerdas, responsif, dan efisien. Bisnis di Indonesia yang mampu mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi ini akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan dalam pasar yang dinamis.

Tingkatkan efisiensi dan akurasi manajemen inventory Anda sekarang juga! EOS Teknologi siap membantu bisnis Anda di Indonesia bertransformasi. Hubungi kami untuk konsultasi gratis dan temukan solusi software ERP yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional Anda. Jangan biarkan manajemen inventory yang buruk menghambat pertumbuhan bisnis Anda.

Artikel Terkait IT Inventory & Bea Cukai

Was this article helpful?

// Your feedback helps us improve our content engine.

/* End of File: inventory-paling-populer-di-tahun-2020.md */
Author: EOS Team
Ln 1, Col 1
{ } JavaScript

EOS Intelligence

Online

AI
Halo! Saya asisten AI EOS. 👋
Ada yang bisa saya bantu terkait kebutuhan pabrik Anda? (Misal: IoT, Bea Cukai, atau Modul Produksi?)
Powered by EOS AI & Gemini Pro