Manufacturing Costing Real-Time

#“Masalah pabrik bukan tidak tahu biaya, tapi terlambat tahu biaya.”
Hampir semua perusahaan manufaktur merasa sudah punya perhitungan HPP:
- Biaya material ada
- Biaya tenaga kerja ada
- Overhead dihitung
- Laporan costing rutin keluar
Namun pertanyaan sederhana ini sering bikin ragu :
“Kenapa margin aktual di lapangan tidak pernah sama dengan HPP di laporan?”
Di sinilah masalah costing manufaktur biasanya dimulai.
#Costing Produksi Tidak Pernah Benar-Benar Real-Time
Banyak pabrik masih menggunakan costing batch, di mana:
- Biaya dihitung di akhir periode
- Data produksi direkap manual
- Koreksi dilakukan setelah kejadian
Secara administratif terlihat rapi, tapi secara operasional terlambat.
Data Produksi dan Data Finance Jalan Sendiri
Masalah umum di pabrik:
- Produksi fokus ke output
- Finance fokus ke laporan
- Data realisasi produksi tidak langsung masuk ke costing
Akibatnya :
- Scrap aktual baru ketahuan di akhir bulan
- Downtime tidak tercermin di biaya
- Efisiensi hanya terlihat di atas kertas
#Keputusan Salah Dampak Dari HPP Melenceng
Costing yang tidak real-time bukan cuma masalah akurasi, tapi masalah bisnis serius.
Dampak Langsung ke Operasional
- Harga jual ditentukan dari HPP yang salah
- Produk terlihat untung, padahal rugi
- Produk bermasalah tidak cepat terdeteksi
Dampak ke Manajemen
- Evaluasi kinerja produksi bias
- Keputusan pricing berisiko
- Improvement jadi reaktif, bukan preventif
Di titik ini, HPP bukan alat kontrol, tapi sekadar laporan historis.
#Istilah Costing Batch vs Costing Real-Time
Costing Batch
- Data produksi direkap periodik
- Banyak asumsi
- Koreksi selalu terlambat
- Cocok untuk laporan, bukan pengendalian
#Costing Real-Time
- Biaya tercatat saat produksi berjalan
- Scrap, downtime, dan rework langsung tercermin
- Manajemen bisa bertindak lebih cepat
- Costing menjadi alat kendali, bukan arsip
#Solusi Sistem : Integrasi ERP System Manufacturing
Alur Costing Real-Time yang Ideal
- Produksi berjalan → data realisasi tercatat
- Scrap, downtime, dan output terekam otomatis
- Data masuk ke ERP sebagai basis costing
- HPP diperbarui berdasarkan kondisi aktual
Dampak Positif Langsung
- HPP lebih realistis
- Produk bermasalah cepat terdeteksi
- Margin bisa dikendalikan, bukan ditebak
Jika HPP sering melenceng, masalahnya bukan di rumus, melainkan di data realisasi yang terlambat dan tidak terhubung.
Pertanyaan pentingnya sekarang:
Apakah HPP di pabrik Anda mencerminkan kondisi produksi hari ini, atau bulan lalu?
Jika perusahaan Anda saat ini:
- Menghitung HPP di akhir periode
- Sulit menjelaskan selisih biaya
- Sudah pakai ERP tapi belum akurat di costing
Maka manufacturing costing real-time adalah langkah strategis berikutnya.

Was this article helpful?
// Your feedback helps us improve our content engine.