IT-OT Collaboration dalam Dunia Manufaktur

#“Banyak proyek digital di pabrik gagal bukan karena teknologinya jelek, tapi karena IT dan produksi tidak benar-benar bekerja sebagai satu tim.”
ERP sudah jalan. MES mulai diimplementasikan. Dashboard terlihat modern.
Namun di lapangan, konflik tetap muncul.
IT merasa sistem sudah sesuai standar.
Produksi merasa sistem menyulitkan kerja harian.
Di sinilah IT-OT collaboration menjadi salah satu tantangan paling krusial di manufaktur Indonesia menuju 2026.
#Dua Dunia yang Sama-Sama Penting, Tapi Berbeda Bahasa
Dunia IT
IT berbicara soal :
- Stabilitas sistem
- Security & compliance
- Standar data dan arsitektur
- Change management
Bagi IT, sistem harus rapi, aman, dan terkendali.
Dunia OT (Operational Technology)
Produksi berbicara soal :
- Mesin harus jalan
- Output harus tercapai
- Downtime harus nol
- Masalah harus diselesaikan cepat
Bagi OT, sistem harus cepat, praktis, dan tidak mengganggu produksi.
Keduanya sama-sama benar, tapi sering tidak saling memahami.
#Masalah Nyata di Banyak Pabrik Indonesia
1. Sistem Dibuat “Benar”, Tapi Tidak Dipakai
IT mengimplementasikan sistem sesuai best practice.
Namun di lantai produksi :
- Operator kembali ke Excel
- Data diinput belakangan
- Sistem hanya dipakai saat audit
Alasannya sederhana :
Sistemnya benar, tapi tidak cocok dengan cara kerja produksi.
2. Produksi Jalan Sendiri, IT Tidak Dilibatkan
Sebaliknya, banyak solusi muncul langsung dari lantai produksi :
- Aplikasi lokal
- Script sederhana
- Sistem buatan internal tanpa standar IT
Masalah baru muncul saat :
- Sistem perlu diskalakan
- Data harus diintegrasikan
- Risiko security meningkat
3. Konflik Ownership Sistem
Pertanyaan sederhana yang sering tidak punya jawaban jelas :
- Siapa pemilik MES?
- Siapa bertanggung jawab jika sistem produksi error?
- Siapa yang boleh mengubah logic?
Tanpa kejelasan ownership :
- IT ragu menyentuh sistem produksi
- Produksi merasa tidak didukung
- Sistem jadi area abu-abu
#Dampak Bisnis Jika IT dan OT Terus Terpisah
1. Proyek Digital Berujung Setengah Jalan
- Implementasi lambat
- Banyak revisi
- ROI menjadi tidak jelas
2. Data Tidak Dipercaya
- IT punya data versi sistem
- Produksi punya data versi lapangan
- Manajemen bingung mana yang benar
3. Risiko Operasional & Security
- Sistem produksi online tapi tanpa proteksi OT security
- Akses tidak terkontrol
- Potensi downtime meningkat
Ironisnya, investasi digital sudah keluar, tapi nilai bisnisnya tidak maksimal.
#Akar Masalah: IT-OT Bekerja Paralel, Bukan Kolaboratif
Banyak pabrik masih memposisikan :
- IT sebagai support
- Produksi sebagai owner absolut
Padahal di era Smart Manufacturing, keduanya harus berada dalam satu ekosistem keputusan.
Digitalisasi manufaktur bukan proyek IT, dan bukan pula proyek produksi. Ini proyek bisnis.
#Model IT-OT Collaboration yang Sehat manjadi Solusi Sistem
1. Satu Bahasa : Dari Teknis ke Dampak Bisnis
Diskusi IT-OT harus bergeser dari :
- Server
- Network
- PLC
- Database
Menjadi:
- Downtime
- Output
- Quality
- Cost
Ketika IT memahami dampak ke produksi, dan produksi memahami risiko sistem, kolaborasi mulai terbentuk.
2. Clear Ownership, Shared Responsibility
Model sehat :
- IT : arsitektur, security, integrasi, data governance
- OT : proses produksi, workflow, validasi realita lapangan
- Business : prioritas dan target
Sistem punya owner jelas, tapi tanggung jawabnya dibagi.
3. Sistem Dirancang Bersama, Bukan Dilempar
MES, Andon, WMS, atau IoT harus dirancang bersama sejak awal :
- Workflow disepakati
- Data penting didefinisikan
- Exception ditangani sejak desain
Bukan sistem jadi dulu, lalu dipaksa ke produksi.
4. Andon & MES sebagai Titik Temu IT-OT
Andon dan MES sering menjadi jembatan alami :
- IT melihat data real-time terstruktur
- Produksi melihat masalah langsung di lantai
Jika dirancang dengan benar, sistem ini :
- Membantu training operator
- Menjadi alat kontrol produksi
- Menjadi sumber data manajemen
#Kolaborasi Lebih Penting dari Teknologi
Pabrik yang sukses bukan yang punya teknologi paling canggih atau software paling mahal
Tetapi yang:
- Mampu menyatukan IT dan OT
- Mengubah konflik jadi kolaborasi
- Menjadikan sistem sebagai alat bantu, bukan beban
Digital transformation gagal saat manusia tidak ikut berubah.
#IT–OT Collaboration adalah Fondasi Smart Manufacturing
Jika IT dan OT masih berjalan di jalur masing-masing, maka :
- Integrasi akan selalu setengah
- Data tidak akan dipercaya
- Smart Manufacturing hanya jadi jargon
Namun saat IT dan OT duduk di meja yang sama, berbicara bahasa bisnis yang sama, sistem akan benar-benar menjadi enabler pertumbuhan.
Jika perusahaan manufaktur Anda:
- Pernah mengalami konflik IT vs produksi
- Mengimplementasikan sistem tapi tidak dipakai optimal
- Ingin membangun Smart Manufacturing yang berkelanjutan
Karena masa depan manufaktur tidak dibangun oleh satu departemen saja.

Was this article helpful?
// Your feedback helps us improve our content engine.