Apa Itu Putaway dalam Gudang? Cara Menempatkan Barang Lebih Efisien

Apa Itu Putaway dalam Gudang? Cara Menempatkan Barang Lebih Efisien
Barang baru saja tiba di gudang.
Jumlahnya sudah diperiksa, barcode sudah dipindai, dan proses penerimaan selesai.
Lalu muncul pertanyaan berikutnya:
barang tersebut harus disimpan di rak mana?
Menempatkan barang secara sembarangan mungkin terlihat tidak menjadi masalah ketika jumlah SKU masih sedikit. Namun saat gudang memiliki ratusan bahkan ribuan jenis barang, lokasi penyimpanan yang tidak teratur dapat membuat proses pencarian, picking, dan pengeluaran barang menjadi lebih lambat.
Di sinilah proses putaway gudang menjadi penting.
Putaway membantu memastikan setiap barang yang sudah diterima ditempatkan pada lokasi penyimpanan yang sesuai sehingga barang lebih mudah ditemukan saat dibutuhkan.
Apa Itu Putaway Gudang?
Putaway gudang adalah proses memindahkan barang yang telah diterima dari area receiving menuju lokasi penyimpanan yang telah ditentukan di dalam warehouse.
Secara sederhana, putaway berada di antara proses penerimaan dan penyimpanan.
Alurnya dapat digambarkan sebagai:
Receiving → Verifikasi Barang → Penentuan Lokasi → Putaway → Barang Tersimpan
Tujuan utamanya bukan hanya memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain.
Putaway juga memastikan barang ditempatkan pada lokasi yang tepat berdasarkan karakteristik, kapasitas rak, frekuensi pergerakan, serta kebutuhan operasional gudang.
Kenapa Putaway Penting dalam Operasional Gudang?
Gudang yang memiliki banyak SKU membutuhkan sistem penempatan yang jelas.
Tanpa proses putaway yang baik, beberapa masalah dapat muncul.
Barang Sulit Ditemukan
Ketika barang ditempatkan tanpa aturan yang jelas, operator mungkin harus mencari ke beberapa rak hanya untuk menemukan satu SKU.
Hal ini membuat proses picking menjadi lebih lambat.
Rak Tidak Digunakan Secara Efisien
Ada kemungkinan satu area gudang terlalu penuh sementara area lain masih kosong.
Putaway membantu pemanfaatan ruang menjadi lebih teratur.
Risiko Salah Penempatan
Barang dengan bentuk atau kode yang mirip dapat ditempatkan pada lokasi yang salah.
Jika lokasi barang tidak sesuai dengan data sistem, proses pencarian berikutnya juga menjadi lebih sulit.
Waktu Picking Menjadi Lebih Panjang
Lokasi penyimpanan sangat memengaruhi jarak yang harus ditempuh operator.
Jika barang yang sering keluar ditempatkan terlalu jauh dari area picking atau shipping, waktu kerja menjadi lebih panjang.
Bagaimana Proses Putaway Gudang?
Secara umum, proses putaway dimulai setelah barang selesai diterima.
Alurnya dapat seperti berikut:
Barang Diterima
↓
Scan Barcode / Identifikasi SKU
↓
Cek Karakteristik Barang
↓
Tentukan Lokasi Penyimpanan
↓
Barang Dipindahkan ke Rak
↓
Lokasi Dikonfirmasi di Sistem
Pada gudang manual, lokasi penyimpanan mungkin ditentukan berdasarkan pengalaman operator.
Sedangkan pada warehouse yang menggunakan Warehouse Management System, sistem dapat membantu menentukan lokasi berdasarkan aturan yang telah ditetapkan.
Faktor yang Dipertimbangkan dalam Putaway
Penempatan barang tidak selalu dilakukan hanya berdasarkan rak yang kosong.
Beberapa faktor dapat digunakan untuk menentukan lokasi yang lebih sesuai.
1. Ukuran dan Berat Barang
Barang berukuran besar tentu membutuhkan lokasi yang berbeda dengan barang kecil.
Barang berat juga biasanya ditempatkan pada lokasi yang lebih aman dan mudah diakses.
2. Kapasitas Lokasi
Sistem atau operator perlu memastikan bahwa rak masih memiliki kapasitas yang cukup.
Menempatkan barang melebihi kapasitas dapat meningkatkan risiko operasional.
3. Frekuensi Pergerakan
Barang yang sering keluar masuk dapat ditempatkan lebih dekat dengan area picking atau shipping.
Tujuannya untuk mengurangi jarak perjalanan operator.
4. Jenis Barang
Beberapa barang mungkin memiliki kebutuhan penyimpanan tertentu.
Contohnya:
barang mudah rusak,
material berbahaya,
barang bernilai tinggi,
bahan baku,
finished goods.
Jenis barang tersebut dapat membutuhkan zona penyimpanan yang berbeda.
5. Kedekatan dengan Area Operasional
Barang yang sering digunakan bersama atau sering diambil dapat ditempatkan pada area yang lebih mudah dijangkau.
Contoh Putaway di Gudang
Misalnya gudang menerima tiga jenis barang:
Produk A
Barang kecil dan fast-moving.
Produk B
Barang berukuran besar dengan pergerakan rendah.
Produk C
Barang bernilai tinggi.
Jika semua barang ditempatkan hanya berdasarkan rak kosong, proses gudang menjadi kurang efisien.
Strategi putaway yang lebih baik dapat seperti:
Produk A ditempatkan dekat area picking.
Produk B ditempatkan pada area khusus barang besar.
Produk C ditempatkan pada zona yang lebih aman.
Dengan begitu, lokasi barang tidak hanya kosong, tetapi juga sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan operasionalnya.
Putaway Manual vs Putaway dengan WMS
Pada gudang sederhana, putaway dapat dilakukan secara manual.
Operator melihat rak yang tersedia lalu menentukan lokasi penyimpanan.
Namun semakin besar gudang, semakin sulit mengingat kapasitas dan posisi setiap rak.
Putaway Manual | Putaway dengan WMS |
|---|---|
Lokasi ditentukan operator | Sistem dapat merekomendasikan lokasi |
Mengandalkan pengalaman | Berdasarkan rule dan data |
Sulit saat SKU semakin banyak | Lebih mudah mengelola banyak SKU |
Risiko lokasi tidak tercatat | Lokasi dapat diperbarui langsung |
Pencarian barang lebih bergantung operator | Lokasi barang tersimpan di sistem |
Warehouse Management System sendiri sudah menjadi salah satu halaman utama di sitemap EOS terbaru.
Bagaimana WMS Membantu Proses Putaway?
WMS dapat membantu mengubah proses putaway dari aktivitas berbasis ingatan menjadi aktivitas berbasis data.
Contohnya:
Receiving selesai
↓
Barcode barang dipindai
↓
WMS membaca SKU dan karakteristik barang
↓
Sistem menentukan lokasi yang tersedia
↓
Operator membawa barang ke rak
↓
Lokasi dikonfirmasi
↓
Inventory diperbarui
Sistem juga dapat mempertimbangkan aturan tertentu seperti:
kapasitas lokasi,
kategori barang,
zona penyimpanan,
batch atau lot,
FIFO atau FEFO,
hingga tingkat pergerakan barang.
Dengan begitu, lokasi penyimpanan menjadi lebih konsisten.
Hubungan Putaway dengan Barcode
Barcode menjadi salah satu teknologi yang dapat membantu proses putaway.
Ketika barang diterima, operator dapat memindai barcode untuk memastikan SKU yang akan dipindahkan.
Setelah sampai di rak, barcode lokasi juga dapat dipindai untuk memastikan barang ditempatkan pada area yang benar.
Alurnya dapat seperti:
Scan Barang → Scan Lokasi → Validasi → Simpan
EOS sendiri sudah memiliki konten tentang barcode dan software gudang berbasis barcode di sitemap, sehingga bagian ini nanti enak untuk internal linking.

Hubungan Putaway dengan Inventory Accuracy
Putaway juga berpengaruh terhadap akurasi inventory.
Jumlah barang mungkin sudah benar, tetapi jika lokasi fisiknya berbeda dari data sistem, operator tetap akan kesulitan menemukannya.
Misalnya sistem mencatat:
Produk A berada di Rak B-12.
Namun kenyataannya barang ditempatkan di Rak C-05.
Secara kuantitas stok mungkin benar, tetapi secara lokasi data sudah tidak akurat.
Masalah seperti ini dapat berdampak pada picking, cycle count, hingga stock opname.
EOS juga sudah memiliki artikel mengenai real-time inventory accuracy dan cycle count, jadi keduanya bisa menjadi internal link pendukung tanpa bentrok intent dengan artikel putaway ini.
Putaway dan Picking Saling Berkaitan
Putaway menentukan di mana barang disimpan.
Picking menentukan bagaimana barang tersebut diambil kembali ketika dibutuhkan.
Karena itu, keputusan ketika melakukan putaway dapat memengaruhi efisiensi proses picking.
Barang fast-moving yang ditempatkan dekat area pengambilan dapat mengurangi jarak operator.
Sebaliknya, jika barang yang sering keluar ditempatkan terlalu jauh, waktu perjalanan menjadi lebih panjang.
Secara sederhana:
Putaway yang Tepat → Lokasi Lebih Teratur → Picking Lebih Cepat → Pengiriman Lebih Efisien
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Putaway
Beberapa kesalahan yang dapat terjadi antara lain:
Menempatkan Barang Hanya Berdasarkan Rak Kosong
Rak kosong belum tentu menjadi lokasi terbaik.
Lokasi juga perlu mempertimbangkan jenis dan pergerakan barang.
Lokasi Tidak Diperbarui di Sistem
Barang sudah berpindah ke rak baru, tetapi data masih menunjukkan lokasi lama.
Hal ini membuat informasi inventory tidak sesuai dengan kondisi fisik.
SKU Mirip Ditempatkan Tanpa Identifikasi Jelas
Produk dengan bentuk atau kode yang mirip dapat meningkatkan risiko salah ambil.
Tidak Mempertimbangkan Fast-Moving Item
Barang yang sangat sering diambil tetapi berada jauh dari area picking akan menambah waktu perjalanan operator.
Tips Meningkatkan Proses Putaway
Perusahaan dapat melakukan beberapa langkah sederhana:
membuat kode lokasi yang jelas,
menggunakan barcode untuk barang dan rak,
membagi gudang berdasarkan zona,
menentukan aturan putaway,
memprioritaskan fast-moving item,
memastikan setiap perpindahan tercatat,
dan menggunakan WMS jika jumlah SKU serta transaksi sudah semakin besar.
Tujuannya bukan membuat proses gudang menjadi lebih rumit.
Sebaliknya, aturan yang jelas membantu operator mengetahui barang harus diletakkan di mana tanpa menebak-nebak.
Kesimpulan
Putaway gudang merupakan proses menempatkan barang yang telah diterima ke lokasi penyimpanan yang sesuai.
Walaupun terlihat sederhana, keputusan penempatan barang dapat memengaruhi:
penggunaan ruang gudang,
waktu pencarian barang,
proses picking,
inventory accuracy,
dan efisiensi operasional.
Ketika jumlah SKU semakin banyak, WMS dapat membantu menentukan lokasi penyimpanan berdasarkan data, kapasitas, zona, dan karakteristik barang.
Dengan proses putaway yang terstruktur, perusahaan dapat membuat warehouse lebih rapi, cepat, dan mudah dipantau.
Optimalkan Proses Penyimpanan dengan WMS
EOS Teknologi membantu perusahaan mengelola aktivitas warehouse secara terintegrasi, mulai dari receiving, putaway, inventory, picking, hingga pengeluaran barang.
Dengan Warehouse Management System, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas lokasi barang dan mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual.
Was this article helpful?
// Your feedback helps us improve our content engine.