Apa Itu Warehouse Slotting? Cara Menentukan Lokasi Barang di Gudang

Bayangkan sebuah gudang memiliki ribuan SKU dengan ukuran, berat, dan tingkat pergerakan yang berbeda.
Ada barang yang keluar puluhan kali dalam sehari, sementara barang lain mungkin hanya diambil beberapa kali dalam sebulan.
Jika seluruh barang ditempatkan hanya berdasarkan “rak mana yang masih kosong”, operator bisa menghabiskan lebih banyak waktu berjalan untuk mengambil barang.
Barang yang paling sering dibutuhkan justru mungkin berada di ujung gudang.
Masalah inilah yang dapat dikurangi melalui warehouse slotting.
Warehouse slotting membantu perusahaan menentukan lokasi penyimpanan barang secara lebih strategis sehingga proses penyimpanan dan pengambilan barang dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Apa Itu Warehouse Slotting?
Warehouse slotting adalah proses menentukan lokasi penyimpanan terbaik untuk setiap barang di dalam gudang berdasarkan karakteristik dan pola pergerakannya.
Artinya, penempatan barang tidak dilakukan secara acak.
Beberapa faktor seperti:
frekuensi pengambilan,
ukuran barang,
berat,
jumlah stok,
karakteristik produk,
dan hubungan antar-SKU
dapat digunakan untuk menentukan lokasi penyimpanan yang paling sesuai.
Sebagai contoh, barang yang sangat sering diambil dapat ditempatkan lebih dekat dengan area picking.
Sementara barang dengan tingkat pergerakan rendah dapat ditempatkan di area yang lebih jauh.
Gudang Mulai Sulit Diatur?
Ketika jumlah SKU dan transaksi terus bertambah, menentukan lokasi barang secara manual dapat menjadi semakin rumit.
EOS Teknologi membantu perusahaan merancang proses warehouse yang lebih terstruktur dan terintegrasi.
Konsultasi Solusi Warehouse EOS
Kenapa Warehouse Slotting Penting?
Lokasi barang dapat memengaruhi banyak aktivitas gudang.
Bukan hanya penyimpanan, tetapi juga picking hingga pemanfaatan ruang.
Mengurangi Jarak Perjalanan Operator
Jika barang yang paling sering diambil ditempatkan dekat area picking atau packing, operator tidak perlu berjalan terlalu jauh.
Dalam aktivitas dengan volume tinggi, pengurangan jarak tersebut dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja.
Mempercepat Proses Picking
Operator dapat mengambil barang lebih cepat karena SKU dengan aktivitas tinggi berada pada lokasi yang mudah dijangkau.
Memanfaatkan Ruang Gudang
Barang memiliki ukuran dan kebutuhan ruang yang berbeda.
Slotting membantu perusahaan menyesuaikan barang dengan kapasitas rak sehingga ruang penyimpanan dapat digunakan dengan lebih baik.
Membuat Penempatan Barang Lebih Terstruktur
Setiap SKU memiliki alasan mengapa ditempatkan pada lokasi tertentu.
Keputusan tidak hanya bergantung pada ingatan operator atau rak yang kebetulan sedang kosong.
Faktor yang Dipertimbangkan dalam Warehouse Slotting
Tidak ada satu lokasi yang cocok untuk semua jenis barang.
Karena itu, beberapa faktor perlu diperhatikan.
1. Frekuensi Picking
Salah satu faktor utama adalah seberapa sering barang diambil.
Barang dapat dikelompokkan misalnya menjadi:
Fast-moving
Sering diambil.
Medium-moving
Memiliki tingkat pergerakan sedang.
Slow-moving
Jarang diambil.
Fast-moving item biasanya lebih efektif jika ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau.
2. Ukuran Barang
Barang kecil tidak membutuhkan ruang sebesar barang berukuran besar.
Menyesuaikan ukuran barang dengan kapasitas lokasi membantu mengurangi ruang penyimpanan yang terbuang.
3. Berat Barang
Barang berat perlu ditempatkan dengan mempertimbangkan keamanan dan kemampuan rak.
Penempatan pada level tertentu juga dapat membantu mempermudah proses handling.
4. Jumlah Persediaan
SKU dengan stok dalam jumlah besar membutuhkan kapasitas lokasi yang berbeda dibandingkan produk dengan stok sedikit.
5. Hubungan Antarbarang
Beberapa produk sering dipesan atau digunakan bersama.
Menempatkan barang-barang tersebut pada area yang berdekatan dapat membantu memperpendek proses picking.
6. Karakteristik Produk
Jenis barang tertentu mungkin memiliki kebutuhan khusus.
Misalnya:
barang mudah pecah,
produk bernilai tinggi,
bahan baku,
finished goods,
atau barang yang memiliki masa kedaluwarsa.
Karakteristik tersebut perlu diperhitungkan ketika menentukan lokasi.
Contoh Warehouse Slotting Sederhana
Misalnya sebuah gudang memiliki tiga produk.
Produk | Karakteristik | Lokasi yang Disarankan |
|---|---|---|
Produk A | Fast-moving, kecil | Dekat area picking |
Produk B | Slow-moving, besar | Area penyimpanan lebih jauh |
Produk C | Bernilai tinggi | Zona penyimpanan khusus |
Jika ketiganya ditempatkan hanya berdasarkan ketersediaan rak, maka Produk A bisa saja berada jauh dari area picking.
Akibatnya operator harus menempuh jarak lebih panjang setiap kali produk tersebut dibutuhkan.
Dengan slotting, lokasi dipilih berdasarkan kebutuhan operasional.
Warehouse Slotting vs Putaway
Keduanya sangat berhubungan, tetapi sebenarnya memiliki fungsi berbeda.
Warehouse Slotting | Putaway |
|---|---|
Menentukan lokasi yang ideal | Memindahkan barang ke lokasi |
Berfokus pada strategi penempatan | Berfokus pada aktivitas penyimpanan |
Menganalisis karakteristik SKU | Menjalankan keputusan lokasi |
Dilakukan berdasarkan data/peraturan | Terjadi setelah receiving |
Secara sederhana:
Slotting menentukan “di mana”.
Sedangkan:
Putaway menjalankan “pindahkan barang ke sana”.
Makanya dua topik ini sebenarnya cakep banget dijadikan satu cluster.
Bagaimana Warehouse Slotting Dilakukan?
Proses sederhananya dapat digambarkan seperti:

Slotting juga bukan pekerjaan yang dilakukan sekali lalu selesai.
Pola permintaan barang dapat berubah.
Barang yang sebelumnya slow-moving bisa menjadi fast-moving, misalnya karena peningkatan permintaan atau perubahan produksi.
Karena itu lokasi barang dapat dievaluasi secara berkala.
Masih Menentukan Lokasi Barang Secara Manual?
Ketika jumlah SKU semakin banyak, menentukan slot terbaik berdasarkan ingatan operator menjadi semakin sulit.
Warehouse Management System dapat membantu perusahaan mengelola lokasi, inventory, dan pergerakan barang secara lebih terstruktur.
Konsultasikan WMS denga EOS Teknologi
Hubungan Warehouse Slotting dengan WMS
Pada gudang yang masih sederhana, slotting dapat dilakukan menggunakan spreadsheet atau pengalaman operator.
Namun ketika jumlah SKU dan lokasi semakin besar, proses tersebut menjadi lebih kompleks.
Warehouse Management System (WMS) dapat menyimpan informasi seperti:
lokasi setiap SKU,
kapasitas lokasi,
jumlah inventory,
pergerakan barang,
riwayat transaksi,
dan informasi warehouse lainnya.
Data tersebut dapat digunakan untuk membantu perusahaan mengevaluasi penempatan barang.
Warehouse Slotting dan Barcode
Barcode juga dapat mendukung penerapan lokasi yang lebih terstruktur.
Operator dapat melakukan scan pada:
Barcode barang → Barcode lokasi → Validasi sistem
Dengan proses tersebut, sistem dapat memastikan bahwa barang yang dipindahkan sesuai dengan lokasi yang ditentukan.
Hubungan Slotting dengan Inventory Accuracy
Lokasi yang terstruktur membantu perusahaan mengetahui bukan hanya berapa stok yang tersedia, tetapi juga di mana stok tersebut berada.
Misalnya:
Sistem mencatat SKU A memiliki stok 100 unit.
Namun jika sebagian barang ditempatkan pada lokasi yang salah, operator tetap akan kesulitan menemukannya.
Karena itu akurasi lokasi juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan inventory.
Pengecekan berkala seperti cycle count dapat membantu memastikan kondisi fisik dan informasi di sistem tetap sesuai.
Slotting dan Picking Saling Berkaitan
Salah satu dampak terbesar warehouse slotting ada pada proses picking.
Misalnya dalam satu hari:
Produk A diambil 100 kali.
Produk B diambil 15 kali.
Produk C diambil 2 kali.
Jika Produk A ditempatkan paling jauh dari area picking sementara Produk C paling dekat, penggunaan lokasi menjadi kurang optimal.
Dengan slotting:
Fast-moving → lebih dekat
Slow-moving → dapat ditempatkan lebih jauh
Hasilnya, total perjalanan operator dapat dikurangi.
Apakah Semua Gudang Membutuhkan Warehouse Slotting?
Pada gudang kecil dengan sedikit SKU, penempatan sederhana mungkin masih dapat dikelola secara manual.
Tetapi slotting menjadi semakin penting ketika:
jumlah SKU meningkat,
volume transaksi semakin tinggi,
operator membutuhkan waktu lama mencari barang,
ruang gudang mulai terbatas,
proses picking semakin kompleks,
atau lokasi penyimpanan sering berubah.
Semakin kompleks aktivitas warehouse, semakin besar manfaat memiliki aturan lokasi yang jelas.
Tips Menerapkan Warehouse Slotting
Tidak harus langsung menggunakan metode yang rumit.
Perusahaan dapat memulainya dengan:
Mengidentifikasi barang fast-moving dan slow-moving.
Mengukur frekuensi picking setiap SKU.
Memetakan seluruh lokasi dan kapasitas rak.
Menempatkan fast-moving item di area yang mudah dijangkau.
Mengelompokkan barang berdasarkan karakteristiknya.
Menggunakan kode lokasi yang konsisten.
Memanfaatkan barcode untuk validasi.
Mengevaluasi posisi barang secara berkala.
Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat gudang terlihat lebih rapi.
Tujuan utamanya adalah mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai, seperti perjalanan operator yang terlalu jauh atau pencarian barang yang terlalu lama.
Kesimpulan
Warehouse slotting adalah strategi menentukan lokasi penyimpanan barang berdasarkan karakteristik dan pola pergerakan setiap SKU.
Dengan slotting yang tepat, perusahaan dapat membantu:
mempercepat proses picking,
mengurangi jarak perjalanan operator,
meningkatkan pemanfaatan ruang,
menjaga keteraturan lokasi,
dan mendukung akurasi inventory.
Slotting juga memiliki hubungan erat dengan putaway.
Warehouse slotting menentukan lokasi terbaik untuk barang, sedangkan putaway memastikan barang tersebut benar-benar dipindahkan ke lokasi yang telah ditentukan.
Ketika jumlah SKU dan transaksi semakin besar, penggunaan WMS dapat membantu perusahaan mengelola lokasi dan pergerakan barang menggunakan data yang lebih terstruktur.
Optimalkan Pengelolaan Gudang Bersama EOS Teknologi
Gudang yang efisien membutuhkan lebih dari sekadar ruang penyimpanan. Lokasi barang, inventory, receiving, putaway hingga picking perlu dikelola dalam proses yang saling terhubung.
EOS Teknologi membantu perusahaan menerapkan Warehouse Management System yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional warehouse.
Was this article helpful?
// Your feedback helps us improve our content engine.