Apa Itu Pusat Logistik Berikat (PLB)? Manfaatnya bagi Perusahaan

Apa Itu Pusat Logistik Berikat (PLB)? Manfaatnya bagi Perusahaan
Dalam kegiatan impor dan distribusi, kecepatan pergerakan barang menjadi salah satu faktor penting bagi perusahaan.
Barang yang terlalu lama berada di pelabuhan dapat membuat proses logistik menjadi lebih panjang. Di sisi lain, perusahaan manufaktur juga membutuhkan ketersediaan bahan baku agar aktivitas produksi tidak terganggu.
Salah satu fasilitas yang dapat membantu pengelolaan aliran barang tersebut adalah Pusat Logistik Berikat atau PLB.
PLB bukan sekadar gudang untuk menyimpan barang. Fasilitas ini menjadi bagian dari sistem kepabeanan Indonesia yang dirancang untuk mendukung kegiatan logistik, industri, ekspor, dan impor.
Lalu, apa sebenarnya Pusat Logistik Berikat dan bagaimana manfaatnya bagi perusahaan?
Baca juga: Proses Ekspor Impor
Apa Itu Pusat Logistik Berikat?
Pusat Logistik Berikat (PLB) merupakan salah satu jenis Tempat Penimbunan Berikat (TPB) yang digunakan untuk menimbun barang yang berasal dari luar daerah pabean dan/atau barang dari tempat lain dalam daerah pabean.
Di dalam PLB juga dapat dilakukan satu atau lebih kegiatan sederhana sebelum barang tersebut dikeluarkan kembali.
Secara sederhana, PLB dapat menjadi titik penyimpanan dan distribusi barang sebelum barang diteruskan ke perusahaan atau tujuan berikutnya.
Bayangkan alurnya seperti:
Supplier → Pelabuhan → PLB → Perusahaan / Pabrik
Dengan adanya PLB, barang tidak harus selalu berada lama di area pelabuhan hingga seluruh proses berikutnya selesai.
Apa Tujuan Pusat Logistik Berikat?
PLB dibentuk bukan hanya untuk menyediakan tempat penyimpanan tambahan.
Bea Cukai menyebut beberapa tujuan utama PLB, termasuk mendukung industri dengan mendekatkan bahan baku ke manufaktur, mendorong investasi, menurunkan dwelling time, serta mendukung Indonesia sebagai hub logistik.
Untuk perusahaan, tujuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi beberapa manfaat operasional.
Baca juga: Apa itu Sistem Logistik
1. Mendekatkan Bahan Baku ke Industri
Perusahaan manufaktur membutuhkan bahan baku dalam jumlah dan waktu yang tepat.
Jika bahan baku masih berada jauh dari lokasi produksi, perusahaan perlu mempertimbangkan waktu pengiriman tambahan.
Dengan PLB, barang dapat ditempatkan lebih dekat dengan area industri sehingga akses terhadap bahan baku menjadi lebih mudah.
2. Mempercepat Arus Barang dari Pelabuhan
Salah satu tujuan PLB adalah membantu mempercepat pengeluaran barang dari pelabuhan.
PLB dapat berfungsi sebagai titik lanjutan bagi barang sehingga sebagian proses tidak harus seluruhnya dilakukan ketika barang masih berada di pelabuhan. Bea Cukai memasukkan penurunan dwelling time sebagai salah satu tujuan PLB.
3. Membantu Efisiensi Logistik
Semakin panjang barang tertahan atau berpindah melalui proses yang tidak diperlukan, semakin kompleks pula aktivitas logistik perusahaan.
PLB dirancang sebagai salah satu fasilitas kepabeanan untuk membantu meningkatkan efisiensi tersebut. Bea Cukai juga menyebut PLB dapat memberikan dampak berupa efisiensi biaya logistik dan mendukung perbaikan sistem logistik nasional.
Apa Itu Dwelling Time?
Istilah dwelling time sering muncul ketika membahas pelabuhan dan logistik.
Secara sederhana, dwelling time menggambarkan periode barang atau peti kemas berada di area pelabuhan sebelum dapat keluar dan melanjutkan proses distribusinya.
Semakin lama barang berada di sana, semakin panjang pula waktu yang dibutuhkan sebelum barang dapat sampai ke gudang atau fasilitas perusahaan.
Karena itulah PLB dapat berfungsi sebagai salah satu titik untuk mempercepat perpindahan barang keluar dari pelabuhan. Bea Cukai secara resmi mencantumkan fungsi PLB sebagai salah satu cara menurunkan dwelling time.
Bagaimana Cara Kerja Pusat Logistik Berikat?
Secara sederhana, alur PLB dapat digambarkan sebagai berikut:

Salah satu hal menarik dari PLB adalah barang tidak selalu harus dikeluarkan sekaligus.
Bea Cukai menyebut bahwa PLB memiliki fleksibilitas pengeluaran secara parsial dan pungutan dapat diselesaikan sesuai jumlah barang yang dikeluarkan.
Artinya, perusahaan dapat mengeluarkan barang sesuai kebutuhan operasionalnya.
Fasilitas yang Tersedia di PLB
Pusat Logistik Berikat mendapatkan sejumlah fasilitas kepabeanan dan fiskal.
Menurut Bea Cukai, fasilitas tersebut antara lain:
penangguhan Bea Masuk,
PPN dan PPh impor tertentu tidak dipungut,
fleksibilitas pemasukan barang,
kegiatan sederhana non-manufaktur,
fleksibilitas kepemilikan barang,
serta pengeluaran barang secara parsial.
Barang juga dapat ditimbun di PLB dalam jangka waktu tertentu. Bea Cukai saat ini mencantumkan jangka waktu penimbunan hingga tiga tahun pada informasi fasilitas PLB.
PLB Bukan Sekadar Gudang Biasa
Sekilas PLB mungkin terlihat seperti warehouse pada umumnya.
Namun PLB mempunyai fungsi kepabeanan yang membuatnya berbeda.
Gudang biasa terutama digunakan untuk menyimpan dan mengelola barang.
Sedangkan PLB merupakan bagian dari Tempat Penimbunan Berikat dan mempunyai mekanisme serta fasilitas kepabeanan tertentu.
Perbedaannya secara sederhana:
Gudang Umum | Pusat Logistik Berikat |
|---|---|
Fokus penyimpanan dan distribusi | Penyimpanan sekaligus fasilitas kepabeanan |
Tidak otomatis mendapatkan fasilitas kepabeanan | Memiliki fasilitas sesuai ketentuan PLB |
Digunakan untuk operasional warehouse umum | Berkaitan dengan arus barang impor, ekspor, dan industri |
Sistem inventory sesuai kebutuhan perusahaan | Memerlukan pengelolaan inventory yang memenuhi ketentuan |
Kenapa IT Inventory Penting dalam PLB?
PLB tidak hanya membutuhkan tempat penyimpanan fisik.
Bea Cukai mencantumkan IT Inventory yang traceable, online, dan realtime sebagai bagian dari persyaratan otomasi PLB.
IT Inventory digunakan untuk membantu pencatatan aktivitas seperti:
pemasukan barang,
pengeluaran barang,
adjustment,
dan hasil stock opname.
Informasi Bea Cukai juga menjelaskan bahwa pencatatan tersebut dilakukan secara kontinu dan real-time pada PLB.
Jadi alurnya bukan hanya:
Barang Masuk → Barang Disimpan → Barang Keluar
Tetapi juga:
Barang Masuk
↓
IT Inventory Mencatat
↓
Lokasi & Jumlah Barang Dipantau
↓
Transaksi / Adjustment Dicatat
↓
Barang Keluar
↓
Data Inventory Diperbarui
Kenapa Akurasi Data Menjadi Penting?
PLB dapat menangani banyak barang dari berbagai sumber dan pemilik.
Karena itu, perusahaan perlu mengetahui secara jelas:
barang apa yang masuk,
berapa jumlahnya,
siapa pemiliknya,
di mana barang disimpan,
kapan barang keluar,
serta jumlah stok yang tersisa.
Jika pencatatan masih tersebar di beberapa spreadsheet atau dilakukan berulang secara manual, proses rekonsiliasi menjadi lebih sulit.
Sistem inventory yang terintegrasi membantu membuat setiap pergerakan barang mempunyai jejak data yang lebih jelas.
Baca juga: Tracebility Barang Bea Cukai
Hubungan PLB dengan WMS dan ERP
Dalam operasional modern, pengelolaan PLB tidak harus berhenti pada IT Inventory saja.
Data tersebut dapat diintegrasikan dengan sistem lain seperti:
WMS
untuk aktivitas gudang, lokasi barang, penerimaan, picking, dan pengeluaran.
ERP
untuk transaksi pembelian, penjualan, inventory, finance, dan proses bisnis lainnya.
IT Inventory
untuk memastikan pergerakan barang dapat dicatat dan dilacak sesuai kebutuhan operasional maupun kepabeanan.
Arsitekturnya dapat digambarkan:
Aktivitas Gudang
↓
WMS / IT Inventory
↓
ERP
↓
Data Bisnis & Pelaporan
Dengan integrasi tersebut, perusahaan tidak perlu membuat data yang sama berkali-kali di sistem berbeda.
Siapa yang Dapat Memanfaatkan PLB?
PLB dapat relevan untuk berbagai kegiatan industri dan logistik.
Bea Cukai mencatat beberapa bentuk PLB, seperti PLB Industri Besar, PLB Industri Kecil dan Menengah, PLB Hub Cargo Udara, PLB E-Commerce, PLB Barang Jadi, PLB Bahan Pokok, Floating Storage, hingga PLB Ekspor Barang Komoditas.
Karena itu, pemanfaatannya dapat berbeda tergantung karakteristik industri dan barang yang dikelola.
Bagi perusahaan manufaktur, misalnya, PLB dapat membantu mendekatkan bahan baku terhadap fasilitas produksi.
Apakah Setiap Perusahaan Harus Menggunakan PLB?
Tidak.
PLB merupakan fasilitas yang digunakan sesuai kebutuhan dan karakteristik supply chain perusahaan.
Perusahaan dengan aktivitas impor, volume barang tertentu, kebutuhan penyimpanan, atau proses distribusi yang kompleks mungkin memiliki kebutuhan berbeda dengan perusahaan yang memperoleh seluruh barang dari pemasok lokal.
Karena itu, keputusan menggunakan fasilitas PLB perlu dilihat dari proses bisnis dan kebutuhan logistik perusahaan.
Kesimpulan
Pusat Logistik Berikat (PLB) merupakan salah satu bentuk Tempat Penimbunan Berikat yang membantu kegiatan penyimpanan dan distribusi barang sekaligus memberikan fasilitas kepabeanan tertentu.
PLB dapat mendukung perusahaan melalui:
akses bahan baku yang lebih dekat,
pengeluaran barang dari pelabuhan yang lebih cepat,
fleksibilitas penyimpanan dan pengeluaran,
serta pengelolaan logistik yang lebih efisien.
Namun keberhasilan operasional PLB juga sangat bergantung pada kualitas pengelolaan datanya.
Karena itu, IT Inventory, WMS, dan integrasi ERP dapat menjadi bagian penting dalam memastikan setiap pemasukan, pergerakan, dan pengeluaran barang dapat tercatat secara akurat dan mudah ditelusuri.
Sumber Terpercaya
Informasi dalam artikel ini merujuk pada sumber resmi dan terpercaya terkait Pusat Logistik Berikat dan fasilitas kepabeanan di Indonesia:
Kelola IT Inventory dan Aktivitas Gudang Secara Terintegrasi
Pengelolaan PLB membutuhkan pencatatan inventory yang dapat memberikan visibilitas terhadap pemasukan, pergerakan, hingga pengeluaran barang.
EOS Teknologi membantu perusahaan mengembangkan dan mengintegrasikan IT Inventory, WMS, ERP, serta sistem operasional lainnya agar pengelolaan data inventory menjadi lebih terstruktur.
Contact Langsung tim EOS Teknologi
Konsultasi via WhatsApp
Chat langsung dengan tim EOS Teknologi
Was this article helpful?
// Your feedback helps us improve our content engine.