Cara Produksi Manufaktur selama Pandemi COVID-19

Saat ini kasus COVID-19 semakin bertambah dan entah sampai kapan pandemi ini berakhir. Hampir semua wilayah memberlakukan kerja di rumah atau Work From Home (WFH) sebagaimana anjuran dari pemerintah. Sehingga Anda juga harus tahu cara produksi manufaktur yang aman di tengah pandemi Virus Corona. Baca juga: Jenis-jenis Perusahaan Manufaktur dan Ruang Lingku. Baca juga: Tips Memaksimalkan Sistem ERP untuk Work From Home. Baca juga: Apa Itu Monitor TV LED, Jenis, dan Manfaatnya untu.
Menjalankan prosedur kerja di rumah untuk industri manufaktur memang sulit untuk dilakukan. Tapi bagaimanapun produksi harus tetap dijalankan karena sebagian besar industri memerlukan mesin dan peralatan yang harus dioperasikan secara langsung.
Hal ini menjadi tantangan baru bagi para pebisnis supaya produksi tetap berjalan di tengah pandemi COVID-19 terus berjalan. Para pekerja harus tetap bekerja sesuai prosedur tanpa harus tertular virus mematikan tersebut. Nah, di bawah ini beberapa tips dari EOS Teknologi:
Cara Aman Produksi Industri Manufaktur saat Pandemi Covid-19

1. Perhatikan Kesehatan Karyawan
Karyawan adalah aset terpenting untuk sebuah perusahaan, oleh sebab itu kesehatan mereka juga perlu diperhatikan. Anda bisa melakukan cek suhu secara rutin setiap hari dan mengistirahatkan para karyawan yang rentan terhadap penularan virus corona.
Berilah instruksi kepada mereka jika ada merasa yang tidak sehat segera melapor. Dengan begitu, Anda tetap bisa mengontrol penularan COVID-19. Dalam hal ini, Anda harus memberi penegasan kepada karyawan untuk selalu jujur jika kesehatan mereka sudah terganggu.
Kemudian sediakan juga masker yang bersih setiap hari dan doronglah karyawan Anda untuk selalu mencuci tangan atau membersihkannya dengan hand sanitizer. Supaya mereka tidak makan keluar yang harus terlibat kerumunan, Anda bisa menyediakan makan siang untuk mereka.
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Industri Manufaktur?
2. Minimalisir Jadwal Operasi
Jika situasi dan kondisinya sedang pandemi, biasanya permintaan konsumen juga akan menurun. Anda bisa mengurangi jadwal produksi mereka tapi dengan catatan tetap harus ada kesepakatan bersama antara pemimpin perusahaan dan karyawan. Terlebih jika nantinya akan ada potongan upah kerja untuk mereka.
3. Perbanyak Jadwal Shift
Jika permintaan konsumen masih tetap banyak Anda tentu saja juga tidak mengurangi jam kerja. Tapi karena situasinya sedang pandemi, Anda tetap harus bisa melakukannya supaya penularan virus tidak menyebar. Sebagai jalan tengahnya, Anda bisa memperbanyak jadwal shift.
Sebelum memberlakukannya, Anda tetap harus dibicarakan terlebih dahulu dengan karyawan. Karena hal ini juga menjadi salah satu langkah untuk melakukan Physical distancing. Dengan memperbanyak shift, setiap karyawan akan bekerja di waktu yang berbeda-beda dan bekerja di dalam ruangan yang sama juga berkurang.
4. Physical Distancing
Sebagai pemilik perusahaan, Anda tentu saja harus memberlakukan pembatasan fisik atau physical distancing untuk karyawan. Anda harus membatasi kapasitas orang dalam suatu ruangan tertentu.
Setiap orang harus memiliki jarak interaksi yang cukup jauh, salah satu caranya yaitu dengan menerapkan physical distancing.

5. Otomatisasi Perencanaan Produksi
Untuk mengurangi penularan COVID-19, Anda harus segera beralih dari perencanaan produksi secara manual. Dalam situasi pandemi sekarang ini, Anda harus bergantung pada perencanaan produksi otomatis. Tidak hanya bergantung kepada hardware, tapi juga software yang bisa melakukan otomatisasi.
Dengan menggunakan aplikasi manufaktur yang terotomatisasi, Anda bisa mengurangi jumlah tenaga manusia. Hal ini tentu saja sangat efektif untuk mengurangi resiko penularan virus corona karena proses produksi dijalankan oleh software dan hardware, tanpa banyak menggunakan manusia.
Untuk merealisasikannya, Anda bisa menggunakan aplikasi manufaktur dari EOS Teknologi. Aplikasi ini akan membuat Anda semakin mudah dalam mengatur jadwal produksi, pengelolaan rute kerja, mengatur sumber daya, dan memonitor bahan baku dan bahan sedang proses.
Bahkan sistem manufaktur dari EOS ini bisa membuat efektivitas mesin dan peralatan pabrik menjadi lebih besar. Bahkan seluruh proses tersebut bisa Anda pantau secara real time dengan mengakses sistem yang berbasis web.
Baca juga: 5 Karakteristik Perusahaan Manufaktur
Naik Level? Serahkan solusinya Pada EOS Teknologi!
Optimalisasi Proses Produksi Manufaktur di Era Digital
Pandemi COVID-19 telah secara drastis mengubah lanskap industri manufaktur. Lebih dari sekadar tantangan operasional, krisis ini memaksa perusahaan untuk berinovasi dan mengadopsi teknologi baru demi kelangsungan produksi. Dalam konteks ini, optimalisasi proses produksi manufaktur menjadi kunci. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Penerapan sistem manajemen terintegrasi, seperti Enterprise Resource Planning (ERP), memainkan peran krusial dalam menyelaraskan seluruh aspek operasional, mulai dari perencanaan bahan baku, penjadwalan produksi, hingga pengelolaan inventaris dan distribusi. Dengan sistem ERP yang mumpuni, perusahaan dapat memperoleh visibilitas real-time terhadap seluruh rantai pasok, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Salah satu area yang dapat dioptimalkan melalui digitalisasi adalah manajemen inventaris. Di tengah ketidakpastian pasokan akibat pandemi, memiliki sistem inventaris yang canggih sangat penting. Sistem ini tidak hanya memantau jumlah stok secara akurat, tetapi juga dapat memprediksi kebutuhan berdasarkan data historis dan tren pasar. Hal ini membantu perusahaan meminimalkan risiko kelebihan stok yang dapat memakan biaya penyimpanan, sekaligus mencegah kekurangan stok yang dapat menghentikan lini produksi. Solusi IT Inventory dari EOS Teknologi, misalnya, dirancang khusus untuk memberikan kontrol penuh atas aset IT dan non-IT di lingkungan manufaktur, memastikan ketersediaan komponen krusial.
Lebih jauh lagi, optimalisasi proses produksi manufaktur juga melibatkan otomatisasi. Robotika dan otomatisasi cerdas dapat mengambil alih tugas-tugas repetitif dan berisiko tinggi, mengurangi kebutuhan akan interaksi fisik antar pekerja. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan konsistensi produksi, tetapi juga secara signifikan mengurangi potensi penularan virus di lingkungan kerja. Investasi dalam teknologi otomatisasi, dikombinasikan dengan sistem manajemen produksi yang terintegrasi, akan menciptakan lini produksi yang lebih tangguh, efisien, dan aman, bahkan di tengah kondisi yang paling menantang sekalipun. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan daya saing jangka panjang dalam industri manufaktur.
Adaptasi Rantai Pasok dalam Produksi Manufaktur
Pandemi COVID-19 telah secara brutal mengungkap kerentanan rantai pasok global. Banyak perusahaan manufaktur di Indonesia, yang sangat bergantung pada impor bahan baku atau komponen, mendapati diri mereka berjuang untuk mendapatkan pasokan yang stabil. Akibatnya, kelancaran produksi manufaktur pun terganggu. Oleh karena itu, adaptasi rantai pasok menjadi prioritas utama bagi bisnis di sektor ini. Langkah pertama yang krusial adalah melakukan evaluasi mendalam terhadap pemasok yang ada. Identifikasi pemasok yang memiliki rekam jejak keandalan yang kuat, serta mereka yang memiliki rencana kontingensi untuk menghadapi gangguan.
Diversifikasi pemasok juga menjadi strategi penting. Bergantung pada satu atau dua pemasok saja dapat menjadi risiko besar. Perusahaan manufaktur perlu menjajaki kemungkinan untuk bekerja sama dengan pemasok lokal atau regional. Hal ini tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada rantai pasok internasional yang rentan terhadap pembatasan perjalanan dan logistik, tetapi juga dapat mendukung ekonomi domestik. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat utilisasi kapasitas industri manufaktur masih berfluktuasi, mengindikasikan adanya tantangan dalam menjaga kelancaran produksi, yang sebagian besar dipengaruhi oleh pasokan bahan baku.
Selain itu, penerapan teknologi dalam manajemen rantai pasok menjadi semakin vital. Sistem manajemen rantai pasok (SCM) yang terintegrasi dengan sistem ERP dapat memberikan visibilitas end-to-end, memungkinkan pelacakan pengiriman secara real-time, identifikasi potensi penundaan, dan respons cepat terhadap perubahan kondisi. Teknologi seperti blockchain juga mulai dieksplorasi untuk meningkatkan transparansi dan keamanan dalam transaksi rantai pasok. Dengan mengadopsi strategi adaptasi rantai pasok yang proaktif dan memanfaatkan teknologi, perusahaan manufaktur dapat membangun ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi ketidakpastian di masa depan.
- Evaluasi dan diversifikasi pemasok untuk mengurangi risiko ketergantungan.
- Memanfaatkan teknologi SCM dan ERP untuk visibilitas rantai pasok yang lebih baik.
- Meningkatkan kerja sama dengan pemasok lokal untuk memperkuat basis pasokan domestik.
Keamanan dan Kepatuhan dalam Produksi Manufaktur Pasca-Pandemi
Seiring dengan berjalannya waktu, protokol kesehatan yang diterapkan selama pandemi COVID-19 tidak boleh diabaikan begitu saja. Keamanan karyawan dan lingkungan kerja tetap menjadi prioritas utama dalam operasional produksi manufaktur. Perusahaan perlu terus menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti disinfeksi rutin area kerja, penyediaan fasilitas cuci tangan yang memadai, dan memastikan penggunaan masker yang konsisten, terutama di area-area di mana menjaga jarak fisik menjadi sulit. Kepatuhan terhadap peraturan kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah juga harus menjadi fokus utama untuk menghindari sanksi dan menjaga reputasi perusahaan.
Lebih dari sekadar kesehatan fisik, keamanan data juga menjadi aspek krusial dalam produksi manufaktur modern. Dengan semakin banyaknya sistem yang terdigitalisasi dan terhubung, risiko serangan siber meningkat. Pelanggaran data dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, kerusakan reputasi, dan bahkan penghentian operasional. Oleh karena itu, investasi dalam solusi keamanan siber yang kuat sangat penting. Ini mencakup firewall yang efektif, enkripsi data, pelatihan kesadaran keamanan bagi karyawan, dan pembaruan perangkat lunak secara berkala. Sistem ERP yang aman, seperti yang ditawarkan oleh EOS Teknologi, dapat menjadi fondasi penting untuk melindungi data sensitif perusahaan.
Selain itu, kepatuhan terhadap standar industri dan regulasi lingkungan juga tetap relevan. Di era pasca-pandemi, kesadaran akan keberlanjutan dan praktik bisnis yang bertanggung jawab semakin meningkat. Perusahaan manufaktur perlu memastikan bahwa operasional mereka tidak hanya aman dan efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan mematuhi semua peraturan yang berlaku. Hal ini mencakup pengelolaan limbah yang tepat, efisiensi energi, dan penggunaan bahan baku yang berkelanjutan. Dengan memprioritaskan keamanan, kepatuhan, dan keberlanjutan, perusahaan manufaktur dapat membangun model bisnis yang tangguh dan terpercaya di masa depan.
Di tengah ketidakpastian dan perubahan yang terus menerus, memiliki sistem yang terintegrasi dan efisien adalah kunci untuk menjaga kelangsungan produksi manufaktur. EOS Teknologi hadir untuk membantu Anda mengoptimalkan operasional, meningkatkan efisiensi, dan memastikan keamanan dalam setiap langkah produksi.
Hubungi EOS Teknologi sekarang untuk konsultasi gratis dan temukan solusi ERP dan IT Inventory terbaik untuk kebutuhan produksi manufaktur Anda.
Artikel Terkait Manufaktur & Operasional
Software Manufaktur EOS — Platform ERP manufaktur komprehensif untuk industri Indonesia.
Andon System Monitoring Produksi — Deteksi dan atasi masalah produksi secara real-time.
Pengertian PPIC dan Tugasnya — Peran PPIC dalam perencanaan dan pengendalian produksi.
Kegiatan Produksi — Jenis dan tahapan kegiatan produksi dalam industri manufaktur.
Sistem IT Inventory Online — Manajemen inventaris terintegrasi untuk efisiensi operasional.
Bill of Material (BOM) — Fungsi dan jenis BOM dalam pengelolaan produksi manufaktur.
Was this article helpful?
// Your feedback helps us improve our content engine.